Terpantau.com - Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.
Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.
Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.
Baca Juga: Tabrak Prof di Medan, Mahfud Serap Aspirasi Milenial & Gen Z Soal UU Perampasan Aset Hingga Pinjol
Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.
Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.
Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.
Stay Tune!
Bagian 5. Persemaian Hati Tuaian Jiwa.
Baca Juga: Panen Raya Dihadiri Ganjar Pranowo, Petani Tambak Tanjung Pakis Karawang: Beliau Bagaikan Saudara
Episode 134. Bersyukur Adalah Hal yang Layak Dilakukan Setiap Hari
Sepulang makan malam, Erwin menawari Alex untuk tidur di apartemen, boleh menemaniku atau menemaninya. Alex berpikir sesaat, ketika akhirnya memutuskan untuk pulang dulu ke kostnya mengambil baju untuk kepergian besok pagi bersama Ryan dan Melania. Setelah Alex mengatakan itu, Erwin balik ke kamarnya dan Alex juga kembali ke kostnya. Tapi sempat kutanya nanti dia tidur di kamarku atau Erwin. Dia memilih bersama Erwin. Ya sudah aku harus mengakui kekalahanku. Seperti kata Kahlil Gibran, anakmu bukanlah anakmu. Eh jadi anak siapa dunk?
Baca Juga: Puan Maharani dan Arsjad Rasjid Berpasangan Badminton Melawan Hendi dan Krisdayanti
Pagi-pagi sekali, Dullah sudah menyiapkan semua tanaman amarilis yang kemarin kubeli, masuk kembali ke bagasi mobil. Alex juga sudah siap demikian juga Erwin, tinggal aku yang memerlukan sapuan terakhir pada wajahku. Cerita punya cerita, katanya Ryan dan Melania tidak mampir disini dulu, tapi nanti langsung bertemu di tempat terakhir kami makan pagi bersama. Dari sana nanti baru jalan bersama ke Muntilan.
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kegamangan yang Tak Lagi Remang-Remang'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Cottage yang Dipesan Ryan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Namanya Juga Perempuan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Erwin yang Makin Piawai'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar yang Leluasa untuk Dijelajahi'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bertukar Aura Bahagia'