Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kegamangan yang Tak Lagi Remang-Remang'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Senin, 8 Januari 2024 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kegamangan yang Tak Lagi Remang-Remang' (Pixabay)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kegamangan yang Tak Lagi Remang-Remang' (Pixabay)

Terpantau.comNovel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur harap Di Muntilan, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Keluarga Ungkap Keistimewaan Mahfud MD di Mata Gus Dur: Tak Pernah Takut

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.

Baca Juga: Hadiri Haul Di Tebuireng Mahfud MD: Gus Dur 4 Tokoh Dunia Yang Kepergiannya Ditangisi Jutaan Orang

Episode 127. Kegamangan yang Tak Lagi Remang-Remang

“Aku boleh menyarankan sesuatu?” Tanyaku pada Ryan. Dari gesturnya, Ryan mengijinkan aku untuk mengemukakan pendapatku. Kukatakan padanya ada baiknya dia lebih mengenal perempuan yang ditemuinya di IKN itu. Perempuan single mother dengan anak perempuan seusia Alex atau lebih muda. Dari cerita Ryan diketahui nama perempuan itu Najwa. Usianya lebih muda dua tahun dariku, jadi cocoklah dengan Ryan. Dari raut muka dan sebagainya aku melihat dia sosok yang penyayang dan supel. Ryan tidak perlu mengkhawatirkannya.

Baca Juga: Dapat Dukungan FBR dan Ikama, Capres Ganjar Pranowo Sampaikan Tiga Pesan Ini

Mendengar saranku itu justru Ryan tertawa dan menyanggah saranku. Bukan tentang pujianku terhadap Najwa yang disanggahnya tapi untuk bisa jalan bersama, pastinya harus ada persetujuan kedua belah pihak. Sekarang aku kembali terkejut. Jadi maksudnya Ryan itu gimana sih? Dia takut ditolak sama Najwa? Eh iya juga sih. Pastinya Najwa juga bertemu lelaki lain yang mungkin juga menjadi suitor. Maka Ryan juga mesti kerja keras. Lalu aku mengutuki diriku sendiri, ketika aku sampai pernah jalan bersama Ryan. Tapi manusia tak ada yang sempurna bukan? Jadi aku menghibur diriku sendiri kalau apa yang kulakukan itu tidak pada tempatnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X