Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Sabtu, 13 Januari 2024 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya' (tangkapan layar YouTube Jalan Amrita)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya' (tangkapan layar YouTube Jalan Amrita)

Terpantau.com - Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Di Pusara Gus Dur, Ganjar Pranowo Ungkap Keinginannya yang Tidak Pernah Terwujud

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!

Bagian 5. Persemaian Hati Tuaian Jiwa.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Komitmen Dorong Ekonomi Kreatif, Ini Alasannya!

Episode 132. Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya

Aku meminta Dullah untuk menuju Gunung Kidul karena kabarnya disana terdapat kebun bunga Amarilis. Aku mempunyai banyak kenangan dengan bunga amarilis. Ya, cinta monyetlah ceritanya. Ada cowok dulu mengungkapkan perasaannya dengan memberikan bunga amarilis. Bunga amarilis ini juga dapat dijadikan bahan parfum. Aku berencana kesana untuk melihat dan menjajagi kemungkinan membeli beberapa bibit juga agar dapat ditanam di kebun mawarku, sebagai bunga pendamping sampai nanti aku memutuskan membeli bunga yang lain.

Baca Juga: Atikoh Ganjar Sebut LRT Bisa Jadi Salah Satu Solusi Kemacetan Kota Kota Besar

Perjalanan ke Gunung Kidul tidaklah memerlukan waktu terlalu lama. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya aku dan Dullah sampai di Taman itu. Aku datang pada bulan dimana bunga sudah berakhir masa mekarnya atau belum musim mekar lagi. Bunga ini mekar di akhir Oktober sampai awal November dan pada bulan April. Tapi melihat hamparan pepohonan amarilis itu cukup menghibur hatiku. Tujuan utama ku juga untuk melihat bibit-bibit bunga, jadi nanti kira-kira berapa bibit yang dapat kutanam di kebun ku berdampingan dengan mawar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X