Terpantau.com - Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.
Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.
Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.
Baca Juga: Di Pusara Gus Dur, Ganjar Pranowo Ungkap Keinginannya yang Tidak Pernah Terwujud
Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.
Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.
Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.
Stay Tune!
Bagian 5. Persemaian Hati Tuaian Jiwa.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Komitmen Dorong Ekonomi Kreatif, Ini Alasannya!
Episode 132. Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya
Aku meminta Dullah untuk menuju Gunung Kidul karena kabarnya disana terdapat kebun bunga Amarilis. Aku mempunyai banyak kenangan dengan bunga amarilis. Ya, cinta monyetlah ceritanya. Ada cowok dulu mengungkapkan perasaannya dengan memberikan bunga amarilis. Bunga amarilis ini juga dapat dijadikan bahan parfum. Aku berencana kesana untuk melihat dan menjajagi kemungkinan membeli beberapa bibit juga agar dapat ditanam di kebun mawarku, sebagai bunga pendamping sampai nanti aku memutuskan membeli bunga yang lain.
Baca Juga: Atikoh Ganjar Sebut LRT Bisa Jadi Salah Satu Solusi Kemacetan Kota Kota Besar
Perjalanan ke Gunung Kidul tidaklah memerlukan waktu terlalu lama. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya aku dan Dullah sampai di Taman itu. Aku datang pada bulan dimana bunga sudah berakhir masa mekarnya atau belum musim mekar lagi. Bunga ini mekar di akhir Oktober sampai awal November dan pada bulan April. Tapi melihat hamparan pepohonan amarilis itu cukup menghibur hatiku. Tujuan utama ku juga untuk melihat bibit-bibit bunga, jadi nanti kira-kira berapa bibit yang dapat kutanam di kebun ku berdampingan dengan mawar.
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Bitter Sweet Salted Sour Kenyataan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Konfirmasi Akhir Perasaan, Mungkinkah?'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kegamangan yang Tak Lagi Remang-Remang'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Cottage yang Dipesan Ryan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Namanya Juga Perempuan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Erwin yang Makin Piawai'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar yang Leluasa untuk Dijelajahi'