Baca Juga: Ganjar Sentil Prabowo di ‘Hajatan Rakyat’ Kota Bandung
“Aih kamu cemen amat. Tidak kayak kamu yang aku kenal,” kata Melania. Sekarang aku yang tertawa. Tertawa menertawai kebingungan dan keentahanku. Jujur saja memang ada sedikit perasaan getir ketika memikirkan Erwin, tapi dengan semua yang dilakukan selama ini juga pengakuan Erwin, mengapa aku harus masih memendam keraguan terhadap Erwin. Belum cukupkah apa yang dilakukan Erwin? Ah Eve! Kamu jangan terlalu ngadi-adi dan jual mahal. Erwin lewat nanti kamu menyesal. Kedatangan Pak Joko menyadarkanku dari tawa berkepanjangan. Dia minta arahan tentang pembagian lahan untuk menanam mawar. Aku dan Melania mengikutinya untuk cek TKP.
SDS.22.1.24
Sampai berjumpa pada episode selanjutnya Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih. ***
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bersyukur Adalah Hal yang Layak Dilakukan Setiap Hari'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Semoga yang Indah Di Awal, Indah Di Tengah Pun Pula Di Akhir'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar Tempat Bersandar yang Menjanjikan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Merangkai Pernik Demi Pernik'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Merenda Pola Satu Demi Satu'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Cinta Itu Menghidupkan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Terlanjur Basah'