Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar Tempat Bersandar yang Menjanjikan'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 17 Januari 2024 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar Tempat Bersandar yang Menjanjikan' (Twitter @Netflix_PH)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar Tempat Bersandar yang Menjanjikan' (Twitter @Netflix_PH)

Terpantau.com - Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Disambut Rita Tamuntuan dan Para Istri Kepala Daerah PDIP, Siti Atikoh Ganjar Tiba di Manado

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!

Bagian 5. Persemaian Hati Tuaian Jiwa.

Baca Juga: Momen Keseruan Ganjar Pranowo dan Komunitas Vespa di Pekalongan Ikuti 'Geber Ganjar'

Episode 136. Bahu Lebar Tempat Bersandar yang Menjanjikan

Selesai acara dari Muntilan, sekarang aku disibukkan kepulangan kembali ke Jakarta. Alex pas liburan pula jadi ikutan pulang. Sekarang aku baru tahu mengapa Erwin mengajak Dullah, rupanya dia mau Alex sekalian bareng pulang satu mobil jadi tidak terlalu merepotkan baginya mungkin karena semua ada dalam pengawasannya. Sifat posesifnya sudah mulai kelihatan. Eh bukan posesif ya tapi perhatian, tidak boleh berprasangka buruk.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dapati Harga Beras Tak Kunjung Turun: Operasi Pasar - Intervensi Pemerintah Harus Masif

Untuk jadwal piket di Muntilan sudah diatur oleh Melania, bahwa aku dan Erwin mendapat jadwal bulan depan, jadi bisa berbarengan mengantar Alex kembali ke sekolah. Mungkin karena kepulangan ke Jakarta membawa mobil sendiri, jadi Erwin agak santai. Dia mengajak mampir pula ke tempat-tempat wisata seperti di Ambarawa. “Kita sowan Bunda ya Eve,” kata Erwin. Sepertinya ada kerinduan yang dalam di mata Erwin untuk bisa dapat berkunjung ke Gua Maria Kerep. Aku mengiyakan saja. Di Gua Maria Kerep, nyatanya Erwin memang bisa berdoa dengan khusuk dan bahkan dia berdoa Jalan Salib. Mau tak mau aku menemaninya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X