fiksi

Novel Penagraf Ivy, 'Sambal Cinta Diaz'

Senin, 26 Desember 2022 | 15:15 WIB
Novel Penagraf Ivy, 'Sambal Cinta Diaz' (silberfuchs Pixabay)

Terpantau.com – Lanjut ya menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.

Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.

Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.

Stay tune ya.

Sambal Cinta Diaz

Siang menjelang. Perutku kroncongan. Oh ya, aku tadi ada janji makan siang dengan Diaz di gazebo. Barbeque. Perutku bertambah nyaring. Bergegas aku bersiap menuju Gazebo belakang. Udara sejuk mulai merambat turun, sepertinya ada kabut yang turun. Sungguh indah pemandangannya, aku serasa bisa mengelus kabut-kabut yang teksturnya lembut seperti kapas, sebelum dia pudar.

Baca Juga: 3 Keunikan Candi Sojiwan, Tempat Wisata Instagramble, Salah Satu Bukti Cinta Kasih Cucu Ke Neneknya

Ada beberapa gazebo di halaman belakang hotel itu. Sepertinya pada hari tertentu seperti malam minggu atau malam tahun baru gazebo ini penuh. Juga cukup luas untuk mengadakan pesta perkawinan atau ulang tahun. Aku mencari Diaz. Belum ada dia. Tapi di tempat itu sudah tersaji rapi, set peralatan makan siang. Aku tertegun dengan pilihan yang diambil Diaz. Serbet bergambar kucing dan juga taplak mejanya. Oh God. Dia sudah bisa meluluhkan hatiku pada hitungan menit pertama.

Baca Juga: Hanya Ada Di Indonesia, 3 Tradisi Natal Unik Atraksi Wisata, Dari Bunyi Lonceng Hingga Barapen (Part 3)

Diaz penyuka kucing. Dulu dia sangat suka sekali bermain-main dengan kucing-kucing yang bersliweran di tempat dimana saja dia berada. Kucing domestik, atau kucing paling tua ini disebut juga dengan nama kucing Mesir. Kucing yang bisa lari amat kencang. Tentu saja kucing erat hubungannya dengan Mesir, dan aku lalu tiba pada Sakhmet, Putri Re, dewa penguasa Mesir. Sakhmet berkepala singa, lalu berubah menjadi kucing yang manis setelah diguyur anggur merah oleh ayahnya, karena Sakhmet bandel. He he. Pada kenyataannya singa, harimau dan sebangsanya dalam ilmu biologi dikelompokkan dalam keluarga kucing. Bayangan anggur merah tiba-tiba menari-nari di pikiranku. Kucari-cari, apakah Diaz menaruh juga anggur merah di makan siang ini.

Baca Juga: Ini Lirik Lagu Ibu Angsa Mother Goose Nursery Rhymes yang Populer, Sering Dinyanyikan

Akhirnya dia datang juga. Membawa sebotol anggur dan dua gelas anggur. Tepat dugaanku, dia mulai kumat lagi. Pasti ada sesuatu yang akan disampaikannya. Aku bertambah nervous. Deg-degan. Sejatinya di sudut hati paling dalam, aku belum siap untuk menerima kenyataan baru. Apapun itu.

"Hai Iv," sapanya. Diaz meletakkan botol anggur dan gelasnya di meja. Lalu dia menunjukkan makanan yang sudah ready. Ini ikan pora Iv, ikan yang hanya ada di sini. I Ikan mungil ini bersisik sedikit hijau kehitaman dengan semburat kuning di ekornya. Kulihat ikan ini mirip ikan bilih asal Minangkabau tetapi sedikit lebih besar. "Konon benih ikan pora-pora pertama kali disebar sebanyak satu juta bibit ikan pora-pora di danau Toba" lanjut Diaz. Ikannya sudah digoreng, "Kau harus merasakan sambalnya Iv, aku yang buat"

SDS. 16.05.2020

Tags

Terkini