Terpantau.com – Lanjut ya menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.
Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.
Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.
Stay tune ya.
Mantra Yang Memenjara
Jujur. Sebenarnya aku tak tahu lagi apa perasaanku terhadap Diaz. Mawut ambyar semuanya. Banyak peristiwa yang tidak ada penjelasannya, lalu kini tiba-tiba menjelma, menggapai ingin kembali. Adakah aku mengingini Diaz kembali? Apakah aku masih butuh perhatian dan cintanya? Aku tak tahu pasti. Mungkin ada sedikit kerinduan paling dalam dari relung kalbuku, aku ingin bermanja dengannya. Dengan masa lalu. Ah!
Malam terasa berjalan melambat dan kian kelam. Bayangan dan ingatan berlarian. Riuh sekali dalam pikiran. Sampai pagi aku belum bisa terlelap. Fajar tlah menyingsing, namun pikirku masih gaduh bising. Kulihat arloji, angka 04.30 menyapaku dengan senyuman. Kubuka WA. Ada pesan dari ibuku, menanyakan bagimana kabarku? Ibuku, orang yang selalu mengkhawatirkan aku, terlebih setelah kandasnya hubunganku dengan Diaz. Beliau selalu menanyakan tidak adakah orang baru yang mengisi hatiku. Aku tak berani menjawab tegas kepada ibuku, takut ibuku terluka dengan jawabanku yang kemungkinan besar akan mengagetkannya. Ada juga WA dari Mr. V, boss besar penerbitan, dimana bukuku banyak diterbitkan. Seperti biasa dia menanyakan kapan aku balik? Ini sudah ada banyak agenda yang harus kau tentukan kapan bisa kau datangi. Kubiarkan mereka menunggu jawabanku. Biarlah kunikmati resah ini dulu.
Diaz adalah sosok utuh yang kucintai sepenuh hati di banyak kelebihan dan kekurangannya. Sampai kini belum ada yang sanggup mengimbanginya. Bukan aku tak membuka diri, tapi setiap kali aku membuka diri, aku sampai pada titik simpul, lelaki-lelaki baru itu hanya mampu bertahan sebentar di perhatianku. Walau mereka tampan kaya, entah mengapa aku tak bisa mencinta.
Baca Juga: Ini Lirik Lagu Ibu Angsa Mother Goose Nursery Rhymes yang Populer, Sering Dinyanyikan
Hai..hai ...hai. Aku jadi teringat dengan sebuah percakapan dengan seorang ibu, yang tiba-tiba saja memilih akrab denganku, dalam perjalanan Jakarta ke Yogya, berkereta. Dia berkata aku mirip menantunya. Ibu itu bercerita, bahwa beliau tak pernah mengusik kehidupan rumahtangga anak-anaknya. Bagaimana tingkah polah menantunya, cara dandannya atau apa saja,tak digubrisnya. Asal yang dilakukan itu menyenangkan anak laki-lakinya.
Dari ibu itu aku mendapat satu pelajaran berharga. "Laki-laki itu tidak bisa dipaksa untuk mencinta. Semakin dipaksa semakin berlari, lain dengan perempuan" Jadi menurut ibu itu, kalau laki-laki sudah mencintai perempuan, banyak hal gila yang dilakukannya, yang bila dilihat dari standar normal, itu sungguh menggelikan. Perempuan walau mencinta dengan sepenuh daya, kalau lelaki yang dimauinya, tidak cinta, tidak usah diteruskan. Perempuan itu yang akan menderita. Nah. Apakah Diaz seperti itu? Nah apakah aku tak bisa mencinta karena tidak ada laki-laki lain yang mencintai aku seperti Diaz mencintai aku? Ya ampun. Tidak selesai juga persoalan ini. Lagi-lagi Diaz. Mantra apa yang tlah kau celupkan dalam gelas air minumku?
SDS. 14.05.2020. ***
Artikel Terkait
Novel Penagraf Ivy, 'Oh Yes, Diaz!'
Novel Penagraf Ivy, 'Korban Konspirasi'
Novel Penagraf Ivy, 'Pada Lagu Ketiga'
Novel Penagraf Ivy, 'Spoiler Dari Surga'
Novel Penagraf Ivy, 'Knock Out Oleh Hook Kanan'