Terpantau.com – Lanjut ya menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.
Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.
Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.
Stay tune ya.
Baca Juga: Pantai Sadeng, Tempat Wisata Pelabuhan Ikan Di Gunung Kidul Dengan Sejarah Unik, Cuss Yuuk!
Spoiler Dari Surga
Sungguh aku rindu sebenarnya. Rindu mendengar suara Diaz menyanyi. Lagu Melati Di Atas Bukit, adalah lagu yang terlalu sering aku dengar, dulu. Lagu yang dirilis oleh Dian Pramana Putra, serasa pas dinyanyikan oleh Diaz. Tentu saja aku yang mendengarnya serasa di awang-awang, serasa di langit ketujuh. Kubiarkan Diaz menyelesaikan lagu Dealova. Noel juga tak banyak protes. Hanya ketika lagu itu sudah selesai dinyanyikan, bersamaan dengan musik dari drum band Kezia, Noel berkomentar," Papa suka menyanyi deh sekarang.” Aku memandang Noel, Diaz tersenyum.
Kezia berlari-larian dari arah lapangan. Dia mendatangi Diaz, dan meminta Diaz untuk untuk pergi ke guru Drum Bandnya. Tak lama kemudian Diaz dibarengi dengan Kak Pita dan Rio, kembali kepadaku dan Noel. Rupanya guru drumb band Kezia minta tolong Diaz untuk mengantar sebagian teman Kezia. "Kezia, kamu ikut mobil Om Rio atau mobil papa?" tanya Diaz. Kezia memilih ikut Rio, biar seru bareng teman-teman. Akhirnya Kezia dan beberapa teman-temannya ikut mobil Rio. Demikian juga Kak Pita.
Baca Juga: Mengenal 7 Antifon O Pada Masa Adven Periode Kedua, Dari O Sapientia Hingga O Emmanuel
"Sampai ketemu lagi Heidy" kata Kak Pita, cipika cipiki denganku. Diaz bercanda "Apa saja yang digibahkan Kak Pita padamu Iv?" tanyanya. Candaan Diaz hanya dijawab dengan angkatan bahu dari Kak Pita. Aku hanya menatapnya. Aku menunggu mereka berangkat duluan. Tinggal aku, Diaz dan Noel.
Setiba di lapangan parkir, Diaz membuKakan pintu. Aku menyuruh Noel masuk. "Ayo gentleman, duduk di depan." Alih-alih masuk ke mobil, Noel membuka pintu tengah, sambil berucap, "Sudah ada big gentleman di depan, tan" Dyaaar. Piye nek ngene iki?.
Akhirnya aku duduk di depan. Diaz mengantarku kembali ke penginapan. Noel tak lama kemudian sudah terlelap di perjalanan. Sebelum aku turun, ketika aku membuka safety belt, tiba-tiba Diaz meraih tanganku. Memandangku lekat, berucap, "Terimakasih Ivy, untuk semua kebaikanmu. Bagiku kau Spoiler dari surge." Sekarang aku harus bagaimana?
SDS.12.5.2020. ***
Artikel Terkait
Novel Penagraf Ivy, 'Lamunan Membawaku Kembali'
Novel Penagraf Ivy, 'Tulang, Siapakah Engkau?'
Novel Penagraf Ivy, 'Morning Glory'
Novel Penagraf Ivy, 'Pada Lagu Ketiga'