Wajib Tahu! 5 Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan, Sering Jadi Menu Takjil di Bulan Ramadhan

photo author
- Selasa, 7 Maret 2023 | 18:40 WIB
Kolang Kaling sering dijadikan sebagai menu takjil dan bermanfaat bagi kesehatan
Kolang Kaling sering dijadikan sebagai menu takjil dan bermanfaat bagi kesehatan

Terpantau.com – Teksturnya yang lembut dan kenyal dengan rasa manis, membuat kolang kaling banyak disukai. Buah yang berasal dari biji tanaman aren ini memiliki nama Latin Arenga pinnata.

Namun, dari penelitian yang sudah ada, kandungan serat, kalsium, vitamin C.  Antioksidan yang dikandung kolang-kaling ternyata cukup tinggi.

Makanan ini juga dinilai bermanfaat dalam mengurangi nyeri sendi hingga punya potensi sebagai antipenuaan.

Di Indonesia kolang-kaling biasa dijadikan campuran di dalam es buah, rasanya tak ada yang bisa menolak tekstur kenyal si kolang kaling tersaji segar saat waktu berbuka puasa tiba.

Baca Juga: Logo Gunung Matterhorn Dalam Kemasan Toblerone Akan Segera Dihapus

Asal Usul Kolang Kaling

Kolang-kaling yang diburu saat Ramadhan
Kolang-kaling yang diburu saat Ramadhan (Pinterest/Nazwaproduction)

Bisa jadi awalnya kamu berpikir bahwa kolang kaling itu sejenis olahan jelly karena teksturnya yang kenyal, mirip dengan nata de coco. Apakah berasal dari olahan rumput laut seperti agar-agar, ataukah olahan dari tepung dan ubi seperti biji salak?

Jawabannya, kolang kaling merupakan isi buah yang dipanen dari pohon aren! Iya, pohon yang batangnya juga kerap disadap untuk hasilnya kemudian diolah menjadi gula aren itu, lho!

Pohon aren atau enau yang tingginya bermeter-meter itu bisa menghasilkan begitu banyak buah kolang kaling. Cara memanennya sulit karena buahnya tumbuh di ketinggian.

Setelah dipanen, buah kolang kaling harus dipisahkan dahulu dari batangnya dengan risiko terkena getahnya yang bikin gatal. Nah, agar getahnya hilang, buah kolang kaling harus direbus sekitar dua jam dan baru kemudian bisa diambil isiannya.

Namun sebelum bisa dinikmati, kolang kaling harus direndam di dalam air lebih dahulu, dan kemudian dipipihkan agar lebih empuk. Setelah tahap ini, barulah kolang kaling siap dijual ke pasaran.

Sebelum dikonsumsi, kolang kaling masih harus direndam dalam air cucian beras. Kenapa air beras? Karena air beras mampu mengurangi rasa asam dan lendir pada kolang kaling. Setelah itu, barulah kamu bisa mengonsumsinya langsung begitu saja ataupun diolah menjadi macam-macam sajian.

Baca Juga: Intip! Destinasi Wisata Religi Masjid Kapal Semarang, Kemegahan dan Keunikannya Terkenal di Seluruh Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: masakapahariini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kenali 4 Gejala Awal Tubuh Mengalami Dehidrasi

Senin, 20 Mei 2024 | 20:27 WIB

10 Tips Agar Terhindar dari Penyakit Hipertensi

Jumat, 17 Mei 2024 | 22:29 WIB
X