Terpantau.com - Makanan adalah bagian penting dari kehidupan kita, dan seringkali kita harus menyimpan dan memanaskannya kembali untuk menghindari pemborosan atau agar lebih praktis. Untuk diketahui, bahwa tidak semua makanan boleh dipanaskan ulang, karena beberapa jenis makanan dapat menjadi berbahaya atau kehilangan kualitasnya saat dipanaskan kembali.
Memanaskan makanan adalah tindakan yang umum dilakukan dalam berbagai situasi, terutama untuk menghangatkan makanan yang sudah dimasak sebelumnya. Meski makanan yang sudah dipanaskan bikin nafsu makan meningkat, namun faktanya ada beberapa makanan yang tidak boleh dipanaskan ulang.
Padahal kebiasaan memanaskan makanan tidak baik dilakukan pada beberapa jenis makanan karena justru berisiko buruk bagi kesehatan. Proses memanaskan makann ini bisa menghilangkan nutrisi dalam makanan dan mengakibatkan munculnya zat beracun. Lantas apa saja makanan yang tidak boleh dipanaskan ulang?
Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Ulang
Memanaskan kembali makanan sebenarnya boleh-boleh saja, namun jangan dilakukan pada beberapa makanan tertentu. Selain mengurangi cita rasa dan tekstur dari makanan tersebut, proses ini dapat memunculkan zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan.
Berikut ini 7 makanan yang tidak boleh dipanaskan ulang karena bisa berdampak buruk pada kesehatan:
Baca Juga: 5 Zodiak yang Layak Jadi Sahabat Sejati, Ada Kamu Salah Satunya!
1. Nasi
Nasi termasuk dalam jenis makanan yang sebaiknya tidak dihangatkan atau dipanaskan ulang. Saat nasi dipanaskan ulang, bakteri Bacillus cereus dapat muncul dan seringkali menjadi penyebab keracunan makanan. Bakteri ini dapat bertahan dalam suhu tinggi, termasuk selama proses memasak.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera mengonsumsi nasi setelah dimasak. Misalnya masih ada nasi yang tersisa, lebih baik disimpan pada suhu ruangan selama satu jam.
2. Telur
Telur adalah merupakan makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Lantaran menyimpan banyak protein, sebaiknya telur tidak dipanaskan kembali. Telur juga mengandung nitrogen dalam jumlah yang relatif tinggi.
Saat dipanaskan, nitrogen dapat mengalami oksidasi. Oksidasi nitrogen bisa memicu risiko kanker. Telur yang dipanaskan kembali dapat menghasilkan zat beracun yang berpotensi mengganggu pencernaan, baik itu pada telur yang digoreng atau direbus.