Terpantau.com Kementerian Kesehatan mengizinkan vaksinasi booster kedua atau suntikan keempat karena sudah mendapat Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Used Authorization (EUA) dari BPOM dan memperhatikan vaksin yang ada di tengah tren kasus Covid-19 naik.
Pemerintah pun menyiapkan vaksinasi booster kedua Covid-19 bagi lansia di atas 60 tahun mulai November 2022 karena tren kasus Covid-19 naik.
Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan M. Syahril mengatakan kebijakan vaksinasi booster kedua untuk lansia tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Siapkan Vaksinasi Booster Kedua untuk Lansia Mulai November
Adapun vaksinasi COVID-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sejak booster pertama diberikan. Sementara itu, lansia yang belum booster pertama harus segera mendapatkan booster pertama.
Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM dan rekomendasi ITAGI serta memperhatikan vaksin yang tersedia di masing-masing daerah.
Berikut adalah regimen vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi booster kedua bagi lansia, di antaranya :
Kombinasi untuk booster pertama Sinovac
- AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
- Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
- Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca
- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
- Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
- AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
Kombinasi untuk booster pertama Pfizer
- Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml
- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
- AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
Kombinasi untuk booster pertama Moderna
- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
- Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J)
- Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm
- Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
Kombinasi untuk booster pertama Covovax
- Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
Di tengah tren kenaikan kasus Covid-19, jangan tunda vaksinasi booster kedua untuk lansia demi keselamatan kita bersama. Segera datang ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Artikel Terkait
Varian XBB Cepat Menular, Awas Kasus Covid-19 Terus Bertambah!
Waspada! Puncak Kenaikan Kasus Covid-19 Varian Omicron Paling Lambat Awal Tahun Baru
Kasus Covid-19 Naik, Kenali Gejala Varian Omicron yang Rajin Bermutasi