Terpantau.com – Melansir dari situs Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, berdasarkan data dari Internasional Diabetes Ferderation (IDF), bahwa prevalensi diabetes global pada usia 20-79 tahun pada tahun 2021 diperkirakan 10,5 persen (536,6 juta orang).
Ahli Gizi UM Surabaya Tri Kurniawati menyebut salah satu indikator pengendalian diabetes melitus yang baik adalah dengan menggunakan kadar gula darah puasa.
Merasa bingung saat harus memilih menu makanan seperti sarapan yang tidak memicu naiknya gula darah sangat dirasakan bagi penderita kencing manis atau diabetes melitus.
Diabetes melitus ini menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, melumpuhkan dan mengurangi harapan hidup, penyakit gangguan endokrin yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Baca Juga: 3 Jenis Diabetes yang Mengancam Anak Muda
Diabetes sendiri digolongkan menjadi 2 yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II. Diabetes tipe I disebabakan oleh kelainan organ pancreas yang biasanya di derita sejak lahir, sedangkan diabetes tipe II cenderung disebabkan oleh genetik dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi risiko diabetes melitus tipe II adalah faktor makanan yang tidak seimbang dan aktivitas fisik rendah.
“Diet adalah terapi utama pada diabetes melitus, maka setiap penderita semestinya mempunyai sikap yang positif terhadap diet agar tidak terjadi komplikasi, baik akut maupun kronis,” ujar Tri Kamis (29/12/22)
Menurutnya, rentang jadwal makan untuk pasien diabetes melitus adalah makan pagi pukul 06.00 sampai 09.00, makan siang pada pukul 12.00 sampai 15.00 dan makan malam pukul 18.00 sampai 20.00.
“Sementara itu, untuk snack pagi pukul 10.00 sampai 11.00 dan snack sore pukul 16.00 sampai 17.00. Jadi untuk menjaga kadar gluokosa darah penderita diabetes melitus tidak dianjurkan meninggalkan sarapan,” imbuh Tri lagi.
Baca Juga: 10 Tanda Diabetes yang Bisa Kamu Lihat dari Kaki
Tri menyebut, pemilihan bahan pangan sarapan yang baik adalah yang mengandung indek glikemik yang rendah. Bahan pangan dengan indeks glikemik tinggi bila dikonsumsi akan meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cepat dan tinggi.
“Sebaliknya seseorang yang mengkonsumsi pangan berindeks glikemik rendah maka peningkatan kadar gula dalam darah berlangsung lambat dan puncak kadar gula darahnya rendah,” katanya.
Baca Juga: Wajib Tau! 5 Alasan Kenapa Gula Berdampak Buruk untuk Kesehatan
Tri menjelaskan, menu makanan terbaik adalah menu yang mengandung indek glikemik rendah, pertama yang mengandung sumber protein seperti: ikan, daging ayam tanpa kulit, telur, tempe, tahu, oncom, kacang-kacangan kacang hijau, kacang merah dan kedelai.
Artikel Terkait
Merespons Produk Tinggi Kadar Pemanis, Menkes: Konsumsi Gula harus Dikurangi
Minyak Kelapa Sejuta Khasiat Bagi Kesehatan, Salah Satunya Untuk Pembakaran Lemak
Sederat Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula yang Perlu Kamu Ketahui
Segudang Manfaat Kismis Buat Kesehatan, Salah Duanya Mengatasi Diabetes dan Anemia