Renungan Hari Rabu Abu: 'Dari Debu Kembali ke Debu Tetapi Roh Diselamatkan oleh Allahku'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Minggu, 4 Februari 2024 | 13:30 WIB
Ilustrasi Rabu Abu (pixabay)
Ilustrasi Rabu Abu (pixabay)

Maka, Jika lebih jauh saya renungkan, sebenarnya Roh Kristus selama ini tinggal dalam hatiku, tetapi kesadaran tentang Roh Kristus itulah yang belum muncul pada diriku. 

Terpujilah Tuhan karena bisikan tentang  kenyataan  Roh  itu  terus  menerus  berseru dari   kedalaman.

Baca Juga: Benarkah Aphrodite, Dewi Kecantikan Simbol Valentine Ini Berperan Dalam Perang Troya? Bagaimana Kisahnya?

Tanda-tanda bahwa Roh yang berbisik dengan lembut itu berasal dari Allah seperti yang ditegaskan  oleh  Santo  Yohanes.

“Setiap  Roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah Roh anti-kristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 62:3).

Dengan Roh itu, bukan hanya kesadaran tentang keselamatan dimana Roh telah dibisikkan kepada setiap orang yang mendengarkan dan menyadarinya, melainkan juga ketika menerima Dia bahwa kita telah  diselamatkan  dan  semakin  menyadari  betapa berlimpah karunia Allah yang diberikan kepada kita.

Kita tidak menerima Roh dunia, tetapi Roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Terpujilah Tuhan, karena Tubuh akan kembali menjadi debu tetapi Roh diselamatkan oleh Allahku. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Buku Tuhan Kasihanilah Kami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X