Renungan Hari Kamis Sesudah Rabu Abu: Makna Berbalik Kepada Tuhan, Sebab Ia Pengasih dan Penyayang

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Kamis, 8 Februari 2024 | 09:15 WIB
Renungan Hari Kamis Sesudah Rabu Abu: Makna Berbalik Kepada Tuhan, Sebab Ia Pengasih dan Penyayang (freepik.com/author/jcomp)
Renungan Hari Kamis Sesudah Rabu Abu: Makna Berbalik Kepada Tuhan, Sebab Ia Pengasih dan Penyayang (freepik.com/author/jcomp)

Terpantau.com - Pada tanggal 14 Februari, sebagaimana  tradisi dari Gereja  Katolik  yang tercermin dalam kalender Liturgi 2024, masa Pra Paskah dimulai dengan hari Rabu Abu.

Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 minggu, dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.

Masa Pra Paskah diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur. Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.

Baca Juga: Rawita Peti, Tanam Cabai Di Rumah Ibadah Untuk Tekan Inflasi Demi Ketahanan Pangan Di Gereja Santo Robertus Bellarminus Cililitan

Renungan hari ini adalah Renungan Hari Kamis sesudah Rabu Abu.

Berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Kata ‘berbalik’ merupakan kata kunci yang menyatakan arah dan keberpihakan. Jika sebuah kendaraan menemukan kemacetan parah di jalan, maka ada upaya untuk berbalik arah.

Kalau ada kesalahan yang dilakukan seseorang, maka akan sampai   pada   waktunya   ia   sadar   harus   berpihak kepada yang benar. Kisah di kitab suci tentang anak bungsu yang kembali pada bapanya adalah kisah tentang sikap yang berbalik arah.

Seruan ‘berbaliklah’  adalah sebuah  seruan  yang senantiasa berdengung untuk mengingatkan agar orang senantiasa harus kembali menempuh jalan sesuai dengan rencana Tuhan.

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Latihan Menjadi Nyonya Erwin'

Demikian juga yang terjadi  pada  awal-awal  perutusan  sebagaimana  dicatat oleh Santo Paulus.

’Tetapi mula-mula aku memberitakan  kepada  orang-orang  Yahudi  di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan Berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.'

Dalam skala yang lebih kecil, hati kita senantiasa diingatkan untuk kembali kepada rencana Tuhan, pertama demi Kemu-liaaNya dan kedua, oleh karena kita berharap Tuhan tetap sebagai raja, dimana kita berpihak pada kehendakNya.

Hal ini agar senantiasa kita diberinya rahmat yang cukup, pengampunan yang menyembuhkan dan agar kita belajar kembali untuk memberi pengampunan kepada yang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Buku Tuhan Kasihanilah Kami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X