Terpantau.com – Minggu Palma merupakan salah satu perayaan penting dalam umat Katolik yang dirayakan sebelum perayaan Paskah. Minggu Palma jatuh pada hari Minggu sebelum perayaan Paskah yaitu mengenangkan kembali peristiwa Yesus yang memasuki kota Yerusalem
Minggu Palma merupakan momen yang penting bagi umat Katolik untuk merenungkan kembali makna kehadiran Yesus dalam hidup mereka. Dengan menghayati tradisi dan pesan moral yang terkandung dalam perayaan ini, diharapkan umat Katolik dapat memperkuat iman dan hubungan mereka dengan Tuhan.
Dengan memasuki kota Yerusalem, Yesus mewujudkan apa yang pernah disampaikan-Nya kepada para Rasul tentang kesengsaraan, kematian, dan kebangkitan-Nya.
Hal-hal berikut ini mungkin belum kamu ketahui tentang Minggu Palma.
1. Makna Yesus menunggang keledai
Dalam bukunya, “Yesus dari Nazaret”, Paus Emeritus Benediktus XVI menjelaskan makna peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem. Dikisahkan dalam Lukas bab 19, mulai ayat 29 dan seterusnya, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya pergi ke kampung dimana mereka akan mendapati seekor keledai muda tertambat yang belum pernah ditunggangi orang. Kedua murid itu dipesan untuk membawa keledai itu bagi Yesus dan, bila ada yang bertanya, mereka harus menjawab bahwa Tuhan memerlukannya.
Kisah ini sebenarnya memiliki makna yang sangat mendalam. Masuk ke kota Yerusalem dengan menunggangi binatang adalah gambaran keagungan Yesus sebagai Raja. Namun, binatang yang ditunggangi-Nya adalah seekor keledai muda yang belum pernah ditunggangi orang lain. Menurut Paus Emeritus Benediktus XVI, hal itu menggambarkan bahwa Yesus tidak membangun kekuasaan-Nya di atas kekerasan. Dia masuk dengan agung ke Kota Yerusalem bukan untuk ‘menantang’ pemerintahan Romawi. Yesus ingin menunjukkan bahwa kekuasaan-Nya berbeda. Dia adalah Raja Damai yang lembut dan miskin, yang berkuasa bukan dengan senjata dan kekerasan, melainkan dengan cinta kasih dan pelayanan.
2. Dua suasana dalam satu perayaan
Dalam satu perayaan ini terdapat dua suasana yang berbeda dengan perubahan yang sangat mencolok.
Pada awal perayaan diadakan perarakan yang, jika memungkinkan, dimulai dari luar gereja dan diawali dengan ibadat khusus. Imam dan umat berarak sambil melambai-lambaikan ranting dan bersorak Hosana hingga masuk ke gereja untuk mengenang Yesus yang masuk ke kota Yerusalem. Suasana sangat agung tapi meriah.
Namun suasana ini tidak bertahan lama, karena pada pembacaan Injil yang adalah kisah Sengsara, kita mendengar seruan “Salibkanlah Dia!” Maka Minggu Palma juga disebut Minggu Sengsara. Perubahan suasana yang begitu cepat ini menggambarkan hati manusia yang mudah berubah, yang seringkali menjadi penyebab kejatuhan dan ketidaksetiaan kita pada Tuhan serta janji-janji yang telah kita niatkan.
3. Ranting palma
Artikel Terkait
Kerap Dijadikan Simbol Perayaan Paskah, Ternyata Inilah Arti di Balik Simbol yang Sudah Ada Sebelum Masehi
Rangkaian dan Makna Ibadah Menyambut Hari Raya Paskah
4 Rekomendasi Destinasi Wisata Religi di Indonesia Saat Libur Paskah
Arti Simbol Warna yang Digunakan Dalam Liturgi Paskah
Mengapa Telur Jadi Simbol Tradisi Perayaan Paskah ? Ternyata Ini Artinya
Berikut Tradisi yang Dilakukan Umat Kristen Saat Merayakan Paskah
Renungan Masa Pra Paskah Minggu Kedua, 'Perlunya Pantang dan Puasa Serta Mencari Pujian'