Daun yang kita gunakan dalam perayaan ini adalah daun palma. Hal ini karena memang di daerah Timur Tengah, daun ini mudah ditemukan di mana-mana. Namun, secara liturgis, dapat pula digunakan ranting dari pohon lain, terutama di tempat-tempat dimana pohon jenis palma tidak tumbuh. Jadi dapat digunakan ranting dari tanaman lokal, seperti misalnya ranting Pohon Zaitun, Gandarusa, Pohon Cemara, atau pohon-pohon lainnya.
Baca Juga: Rangkaian dan Makna Ibadah Menyambut Hari Raya Paskah
Ranting yang telah diberkati ini harus diperlakukan dengan hormat. Biasanya kita bawa pulang dan diletakkan di tempat istimewa seperti disematkan di salib Tuhan. Mengapa? Tentu bukan untuk jimat atau penolak sial maka diletakkan di atas pintu masuk rumah.
Ranting palma atau ranting tanaman yang sudah diberkati pada perayaan Minggu Palma adalah simbol kedamaian dari Sang Mesias. Palma sendiri digunakan sebagai simbol kemartiran. Oleh karena itu, menyimpan ranting palma yang sudah diberkati di rumah, terutama adalah kesaksian iman kita akan Kristus, Sang Raja, Sang Mesias dan Sang Pemenang atas kematian. Sebagai murid-Nya kita pun ingin menjadi penabur damai dan untuk itu, kita bersedia hidup sebagai martir yang rela mengurbankan kenyamanan dan kepentingan diri sendiri demi Tuhan dan kebaikan sesama.
4. Arti Hosana
Dalam Injil Yohanes bab 12, dikisahkan bahwa orang banyak mengelu-elukan Yesus dengan berseru HOSANA. Pada jaman Yesus, kata itu memiliki nuansa mesianik dan ketika diteriakkan oleh orang banyak, merupakan luapan perasaan sukacita dan pujian mereka kepada Allah karena saat itu mereka percaya penantian mereka akan datangnya Sang Mesias telah berakhir.
Arti kata itu sendiri yang merupakan bahasa Ibrani adalah ‘selamatkanlah kami’. Jadi, selain pujian dan luapan sukacita, kata Hosana adalah sebuah doa yang bermuatkan keyakinan bahwa tongkat pemerintahan Daud akan dipulihkan, bahwa Allah akan merajai Israel.
5. Umat yang samakah?
Tidak jarang kita mendengar bahwa orang-orang yang mengelu-elukan Yesus ketika masuk kota Yerusalem, mereka jugalah yang berteriak “Salibkanlah Dia” di hadapan Pilatus. Dalam buku yang sama, Paus Emeritus Benediktus XVI menjelaskan bahwa dari ketiga Injil Sinoptik, jelas bahwa orang banyak yang mengelu-elukan Yesus bukanlah penduduk kota Yerusalem, melainkan orang-orang yang mengikuti Yesus, dan bersama-sama dengan Dia masuk ke kota itu. Maka dalam Injil Matius 21:10 dikisahkan bahwa gemparlah seluruh kota dan orang bertanya-tanya, “siapakah orang itu?” dan pada ayat 11 tertulis, “Dan orang banyak itu menyahut, inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea”.
Dapat dipahami bahwa nama Yesus dikenal secara luas, namun penduduk Yerusalem sendiri tidak mengenal Dia, dan tampaknya pribadi Yesus pun tidak penting bagi mereka.
Dengan mengenal lebih dalam makna yang terdapat dalam perayaan Minggu Palma, semoga kita sungguh menghayati dan bersyukur atas pengorbanan Yesus, Sang Allah.***
Artikel Terkait
Kerap Dijadikan Simbol Perayaan Paskah, Ternyata Inilah Arti di Balik Simbol yang Sudah Ada Sebelum Masehi
Rangkaian dan Makna Ibadah Menyambut Hari Raya Paskah
4 Rekomendasi Destinasi Wisata Religi di Indonesia Saat Libur Paskah
Arti Simbol Warna yang Digunakan Dalam Liturgi Paskah
Mengapa Telur Jadi Simbol Tradisi Perayaan Paskah ? Ternyata Ini Artinya
Berikut Tradisi yang Dilakukan Umat Kristen Saat Merayakan Paskah
Renungan Masa Pra Paskah Minggu Kedua, 'Perlunya Pantang dan Puasa Serta Mencari Pujian'