Terpantau.com - Pada tanggal 14 Februari, sebagaimana tradisi dari Gereja Katolik yang tercermin dalam kalender Liturgi 2024, masa Pra Paskah dimulai dengan hari Rabu Abu.
Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 minggu, dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.
Masa Pra Paskah diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur. Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.
Renungan hari ini adalah Renungan Hari Rabu Abu.
Baca Juga: Ishtar dan Disappearing Message, Sebuah Pentigraf Sebagai Bacaan Ringan Di Hari Valentine
Dari debu kembali ke debu tetapi Roh diselamatkan oleh Allahku
Oleh: Noe
Sejak beberapa tahun terakhir ini ada semacam kesadaran saya, yang barangkali juga bisikan Roh bahwa ada kenyataan yang lebih lembut dibanding kesadaran tubuh.
Sambil merasakan itu, saya menemukan pesan Rasul Paulus bahwa kesadaran tentang Roh menjadi kesadaran berikutnya setelah kesadaran tubuh.
'Jika Roh memang ada didalam tubuh, maka sudah selayaknya saya tidak hidup melulu dalam kesadaran tubuh.
“Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.' (Roma 45:9).
Roh Kristus tinggal dalam hati setiap orang, apabila ia menyadarinya sebagai kenyataan yang harus dialami dengan sungguh-sungguh. Lebih jauh Rasul Paulus menyatakan.
Sebab kamu tidak menerima Roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "Ya Abba, ya Bapa." (Roma 45:15).