Keunikan Benteng Van der Wijck, Tempat Wisata Sejarah Di Kebumen yang Belum Banyak Diketahui

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 7 Desember 2022 | 08:35 WIB
Keunikan Benteng Van der Wijck, Tempat Wisata Sejarah Di Kebumen yang Belum Banyak Diketahui (YouTube)
Keunikan Benteng Van der Wijck, Tempat Wisata Sejarah Di Kebumen yang Belum Banyak Diketahui (YouTube)

Terpantau.com – Jika kalian merencanakan liburan, berkunjung ke tempat wisata sejarah Benteng Van der Wijck Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen bisa dijadikan pilihan.

Benteng Van der Wijck berlokasi di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, sekitar 20 km sebelah barat dari Ibukota Kabupaten Kebumen, 7 km Barat Kota Karanganyar itu dapat dijadikan tempat wisata sejarah untuk liburan.

Berkunjung ke tempat wisata sejarah Benteng Van der Wijck, kalian akan dapat banyak belajar tentang seluk beluk sejarah benteng itu. Liburan kalian menjadi semakin berkesan.

Benteng Van Der Wijck merupakan benteng pertahanan Hindia Belanda yang dibangun sekitar tahun 1820 atau permulaan abad ke 19. 

Baca Juga: Wisata Museum: Sejarah Gereja di Balkon Katedral Jakarta

Nama benteng terpampang pada pintu sebelah kanan. Kemungkinan penamaan benteng ini diambil dari nama komandan pada saat itu yaitu Van Der Wijck.

Benteng ini ditetapkan sebagai cagar budaya Indonesia bBerdasarkan SK Menteri No.PM.57/PW.007/MKP/2010 juncto SK Menteri No.184/M/2017, benteng Van der Wijck dan sekarang menjadi tempat wisata sejarah yang banyak dikunjungi.

Benteng ini disulap menjadi tempat wisata sejarah yang nyaman dan menyenangkan. Padahal sebelumnya kawasan itu dikenal sebagai sarang dhemit atau roh halus. Banyak kisah horor melekat di benteng itu, seperti pemerkosaan, pembunuhan, dan tempat gantung diri.

Benteng Van der Wijck ini sungguh istimewa karena hanya ada dua benteng bernentuk segi delapan di dunia. Satu yang lain berada di Australia. Bentuk segi delapan itu yang membuat benteng ini menjadi unik.

Melansir laman Cagar Budaya Kemdikbud, disebutkan bahwa Benteng Van der Wijck pada awalnya merupakan sebuah kantor bagi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Benteng ini pada awalnya memiliki nama Fort Cochius atau Benteng Cochius.

Kemudian sejak bubarnya VOC pada tahun 1818, kantor itu dialih fungsikan menjadi sebuah benteng. 

Baca Juga: Menyambut Hari Batik Nasional, Mari Berkunjung Ke Museum Yang Memiliki Koleksi Batik

Pembangunan benteng ini dilakukan dalam masa pemerintahan Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen yang dimulai pada 1844 dan selesai pada 1848. Pembangunan benteng ini dilakukan di bawah komando Frans David Cochius. 

Frans David Cochius merupakan seorang perwira militer Belanda yang ahli dalam pembangunan benteng dan namanya juga dibadikan menjadi nama benteng yaitu Benteng General Cochius.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Rekomendasi Tempat Hangout Hits di Jakarta

Jumat, 12 Juli 2024 | 13:12 WIB

8 Destinasi Liburan Sekolah yang Menyenangkan

Rabu, 5 Juni 2024 | 11:02 WIB
X