TERPANTAU, JAKARTA – Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat mengapresiasi buku berjudul Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers yang ditulis oleh Ketua Serikat Media Siber Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (SMSI DIY), Jafarudin.
Menurut Komaruddin, saat ini jarang sekali wartawan yang mau menulis buku, sehingga buku Ambang Sandyakala Jurnalisme perlu diapresiasi.
“Jarang wartawan menulis buku. Pasti akan saya baca,” tutur Komaruddin saat menerima langsung buku Ambang Sandya Kala Jurnalisme dari penulisnya, Jafarudin seusai acara pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Hari Ulang Tahun (HUT) SMSI ke 9 di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, pada Jumat – Sabtu, 6-7 Maret 2026.
Baca Juga: Doa Kiai Pesantren Buntet untuk Prabowo: Tetap Tegar dan Kuat
Komaruddin mendorong komunitas pers untuk tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga membangun kualitas dan budaya belajar.
“Bangun komunitas yang bukan hanya working community, tetapi learning community. Pers harus terus belajar sekaligus mengawal agenda besar bangsa,” pungkasnya.
Saat menerima buku, Komaruddin didampingi Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, Ketua Umum (Ketum) SMSI, Firdaus, dan Wartawan Senior, Heru Subeno Arief.
Baca Juga: Analis Prediksi Harga BBM RI Naik jika Perang AS–Iran Terus Berlanjut
Yuddy Crisnandi juga memberikan apresiasi yang sama kepada Jafarudin, atau yang akrab disapa Fafa ini.
Menurutnya, buku Ambang Sandyakala Jurnalisme merupakan wujud ikhtiar intelektual seorang wartawan dalam menyampaikan gagasan dan ide untuk keberlangsungan pers, khususnya media siber Indonesia.
“Jarang wartawan menulis buku sekarang. Jangan takut bersikap kritis selama konstruktif dan bertujuan membantu pemerintah menyukseskan program-program pembangunan,” pesannya.
Baca Juga: Kemlu: Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
Sementara itu, Ketum SMSI, Firdaus menilai apa yang ditulis Fafa dalam buku Ambang Sandyakala Jurnalisme merupakan cerminan kondisi anggota SMSI.