TERPANTAU – Fauzan Fadel Muhammad, praktisi dunia usaha yang kini mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo, menegaskan bahwa meskipun data pertumbuhan ekonomi daerah sudah menunjukkan angka yang positif.
Namun, eksekusi dan implementasi yang tepat di lapangan menjadi kunci utama untuk mendorong perekonomian daerah yang lebih inklusif dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Menurut Fauzan, pembangunan ekonomi Gorontalo memerlukan langkah-langkah yang lebih konkret dan cepat agar bisa dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi yang positif perlu diubah menjadi hasil riil yang bisa dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas," kata Fauzan, dikutip Selasa 14 April 2026.
Baca Juga: Blokade Pelabuhan Iran, Ekonom: Dampaknya Bisa Menjalar ke Daerah di RI
Fauzan juga menyoroti potensi besar Gorontalo yang belum sepenuhnya tergali, terutama di sektor agro-maritim.
Seperti yang diketahui, Gorontalo merupakan salah satu penghasil utama komoditas pertanian dan perikanan, seperti jagung, kakao, dan hasil laut. Namun, potensi ini masih terbentur oleh masalah hilirisasi.
“Selama kita hanya menjual bahan mentah, nilai tambah yang seharusnya bisa dinikmati oleh daerah ini justru dinikmati oleh daerah lain yang lebih maju dalam hal pengolahan komoditas,” tegasnya.
Baca Juga: Airlangga: Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global
Fauzan menganggap hilirisasi sebagai salah satu tantangan terbesar yang harus segera ditangani.
Dengan mengolah hasil bumi dan hasil laut menjadi produk olahan yang bernilai lebih tinggi, Gorontalo tidak hanya bisa meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga membuka peluang pasar baru.
Sebagai calon Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo, Fauzan menekankan pentingnya transformasi KADIN menjadi organisasi yang lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar sebagai simbol organisasi.
Baca Juga: Pasar Saham RI: Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara
"KADIN Provinsi Gorontalo harus menjadi mesin eksekusi ekonomi daerah, bukan hanya sebuah wadah organisasi formal yang tidak berfungsi optimal," tambahnya.
Artikel Terkait
Menteng Kleb: Harapan Transisi Menkeu Purbaya Kandas
Pasar Global Bergejolak, RI Harus Perkuat Industri Pengolahan
BRI Regional Office Palembang Tancap Gas, Ribuan UMKM Nikmati KUR Rp2,34 T
Belanja Negara Meledak, Ekonomi RI Tancap Gas di Awal 2026
Pengguna BRImo di BRI Region 4 Palembang Tembus 1,98 Juta User
BRILink Meledak di Palembang, Perputaran Uang Nyaris Rp100 Triliun
Fundamental Ekonomi RI Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Rupiah
Pasar Saham RI: Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara
Airlangga: Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global
Blokade Pelabuhan Iran, Ekonom: Dampaknya Bisa Menjalar ke Daerah di RI