Gubernur Rahmat Mirzani Sukses Jadikan Lampung Lumbung Pangan

photo author
Redaksi Terpantau, Terpantau
- Jumat, 17 April 2026 | 15:56 WIB
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat menerima KWP Award 2026. (Ist)
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat menerima KWP Award 2026. (Ist)

TERPANTAU, JAKARTA – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi dinobatkan sebagai "Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional" dalam ajang bergengsi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Awards 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Gedung Pustakaloka Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 16 April 2026.

Rahmat Mirzani Djausal dinilai sebagai figur pemimpin yang berhasil mengintegrasikan kebijakan pusat dengan inovasi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga: Ekonomi RI Dipuji, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi

Gubernur Lampung terpilih karena keberhasilannya membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri melalui program unggulanDesaku Maju”.

Program ini mencakup penyediaan pupuk organik cair (POC), bantuan alat pengering (dryer) hasil panen, hingga pembangunan infrastruktur jalan desa guna memangkas biaya logistik pertanian.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh elemen di Provinsi Lampung, terutama para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan.

Baca Juga: Dari Perbatasan untuk Indonesia, Li Claudia Chandra Sabet KWP Award 2026

"Penghargaan ini saya dedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Lampung, khususnya para petani kita yang tak kenal lelah bekerja di sawah dan ladang. Melalui program 'Desaku Maju', kami ingin memastikan bahwa kekuatan ekonomi Lampung bermula dari desa. Jika desanya kuat, ketahanan pangan nasional pun akan tangguh," ujar Rahmat Mirzani Djausal kepada awak media.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk tidak sekadar mengejar angka produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi para petani melalui pelatihan vokasi dan modernisasi infrastruktur.

"Kami tidak ingin petani hanya menanam dan memanen, tetapi juga harus mandiri secara ekonomi. Dengan bantuan alat pengering dan akses jalan yang lebih baik, kita ingin meminimalisir kerugian pascapanen agar pendapatan petani meningkat secara signifikan. Ini adalah bagian dari langkah nyata kita menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Baca Juga: Terima KWP Award 2026 di Senayan, Johannes Rettob: Motivasi untuk Mimika

Penghargaan KWP Awards 2026 ini mempertegas posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi berbasis kerakyatan.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Terpantau

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

Rabu, 15 April 2026 | 20:48 WIB

Indonesia Jadi 'Cahaya' di Mata Investor Global

Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB
X