TERPANTAU, ACEH – TNI Angkatan Darat melalui program Jembatan Garuda membangun 11 jembatan perintis (gantung) di berbagai wilayah di Provinsi Aceh.
Jembatan yang dibangun ini membuka akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.
Baca Juga: Dekati Rekor Terlemah, Pakar: Rupiah Tertekan Arus Global
Program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung wilayah, tetapi juga sebagai upaya mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Pengamat: Seskab Teddy Hadir Sebagai Perspektif Presiden
“Jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi simbol hadirnya negara untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian rakyat dapat pulih,” ujar Kasad, dikutip Selasa 10 Maret 2026.
Adapun 11 jembatan gantung yang dibangun di sejumlah daerah itu, sebagai berikut:
- Pidie Jaya: Desa Ara dan Desa Blang Awe
- Aceh Utara: Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, dan Blang Teurekan
- Aceh Tamiang: Sungai Tamiang
- Aceh Timur: Sungai Pante Kera
- Pidie: Desa Baro Yaman
- Aceh Barat: Kajeung
- Aceh Tenggara: Kali Alas
- Aceh Tengah: Burni Bius
Baca Juga: Ekonom Usul Pemerintah Batalkan Perjanjian Dagang RI-AS
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi lainnya.
Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berperan aktif membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.