Guyur Pasokan Cabai Ke Pasaran, Mentan Andi Amran Sulaiman Dan Jajaran Kementan Bersama Petani Champion Stabilkan Harga yang Fluktuasi

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Jumat, 17 November 2023 | 20:35 WIB
Guyur Pasokan Cabai Ke Pasaran, Mentan Andi Amran Sulaiman Dan Jajaran Kementan Bersama Petani Champion Stabilkan Harga yang Fluktuasi (Kementan)
Guyur Pasokan Cabai Ke Pasaran, Mentan Andi Amran Sulaiman Dan Jajaran Kementan Bersama Petani Champion Stabilkan Harga yang Fluktuasi (Kementan)

Kurang lebih selama dua pekan ini, sejak 31 Oktober 2023, Champion Cabai telah menambah pasokan cabai ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan cukup besar," katanya.

Prihasto menambahkan, para petani yang tergabung dalam Champion Cabai juga telah menambah pasokan ke Pasar Induk Keramat Jati (PIKJ) sebanyak 28 ton dan dijual dengan harga lebih murah yakni sekitar Rp 5.000 dari rata-rata harga pasar.

Baca Juga: Sinopsis Dracin iQIYI Terbaru, Story of Kunning Palace yang Diperankan Bai Lu dan Zhang Linghe: Penuh Intrik, Cinta dan Benci Jadi Satu

"Peran champion yang bekerjasama dengan Guyup Rukun-PIKJ ini terbukti mampu menahan lonjakan harga drastis yang kerap terjadi di PIKJ di bulan-bulan shortage," katanya.

Di samping itu, kementan terus menyediakan sarana penanganan dampak perubahan iklim untuk pertanaman cabai seluas 250 hektare yang dialokasikan di 33 Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) di seluruh Indonesia.

Adapun dukungan sarana yang diberikan adalah pemberian pompa air, pipanisasi, embung sederhana, biopori, sumur bor, tandon air, dan teknologi hemat air (irigasi sprinkler, tetes, kabut).

"Ditjen Hortikultura Kementan juga memfasilitasi penanganan dampak perubahan iklis seluas 75 hektare yang dialokasikan di 16 Provinsi, 67 Kabupaten/Kota dalam bentuk sumur dalam," katanya.

Baca Juga: Menkominfo Budi Arie Setiadi Beri Sambutan Pada Peresmian X Tahun Pemilihan Paus Fransiscus Di Kedubes Takhta Suci . Paus Terpilih Hasil Konklaf 2013

Untuk diketahui, Kementan melalui Ditjen Hortikultura terus memberikan dukungan kepada para petani agar berproduksi melalui fasilitasi prasarana seperti smart green house (SGH) untuk budidaya dan nursery untuk pembenihan seedling siap tanam.

Kementan juga memberi dukungan pascapanen dalam bentuk bangsal pascapanen, sarana pascapanen dan pengolahan.

"Terakhir, pemerintah terus berupaya mendorong petani di daerah untuk mendaftarkan varietas lokal yang memiliki keunggulan, seperti: tahan organisme pengganggu tanaman (OPT), tahan perubahan iklim dan provitas tinggi," jelasnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X