Ketika mengakhiri chatt-nya, Melania menyebutkan nama restoran tempat bertemu untuk makan malam bersama. “Jam 19.00 on time ya, tidak pakai alasan ini itu,” kata Melania mengandung ancaman. Tapi aku sih sudah kebal dengan segala provokasi atau propaganda Melania, jadi tidaklah bikinku keder. Dengan berdandan kasual penuh semangat muda, aku keluar dari penginapan tempatku menginap, menuju ke mall yang tidak jauh sebenarnya. Tapi aku memilih untuk menikmati senja di Jogjakarta itu dengan menyewa betor. Angin sepoi-sepoi yang kadang berubah agak keras itu menampar pipi dan menerbangkan rambutku. Aku maknai itu semua sebagai pengingat untukku agar dalam hidup tetap bertahan dan tegak berdiri ditengah gempuran dan terpaan angin. Sok filosofis ya? Tapi ya biarlah. Falsafah sok filosofisku itu diuji ketika aku sampai di restoran yang disebutkan Melania. Dan sosok itu, sekali lagi mampu mengguncangku. Ternyata aku belum benar-benar teguh dan tegak berdiri. Apa pembelaanmu, Eve?
SDS.4.1.24
Sampai berjumpa pada episode selanjutnya Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih. ***
Artikel Terkait
Kompilasi Novel Pentigraf Eve Novel Siwi Susilaningsih, Episode 61-70. Bacaan Seru Liburan Nataru
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Ketakutan Karena Alasan yang Tak Jelas'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Penjelajahan Dunia Maya'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kode Tersembunyi Di Balik Secangkir Teh Lemon Balm Dari Erwin'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Tidak Goyah, Uang Kembali'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Selain Pikiranku, Hariku Pun Ikutan Sibuk'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Sepanjang Jalan yang Mampu Kukenang'