Kabupaten Purwakarta Siap Panen Padi 91.506 Ton

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 28 Februari 2024 | 18:28 WIB
Proses panen padi. Kabupaten Purwakarta Siap Panen Padi 91.506 Ton
Proses panen padi. Kabupaten Purwakarta Siap Panen Padi 91.506 Ton

"Tekstur nasinya juga pulen, sehingga banyak disukai oleh masyarakat," tambahnya.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Pertanian, hasil produksi panen raya dari Desember 2023 hingga Januari 2024 jumlahnya cukup signifikan, yaitu sekitar 3,5 juta ton sehingga ke depan ketersediaan beras pada bulan Maret hingga Mei 2024 diprediksi akan mencukupi.

Baca Juga: Tempat Wisata di Yogyakarta yang Terbuat dari Rindu, Pulang dan Angkringan. Jangan Lewatkan Pas Mudik Lebaran

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan harga beras di pasar-pasar berbagai daerah saat ini mulai menurun. Jokowi meminta agar semua pihak melakukan pengecekan langsung ke tiap pasar besar.

Di antaranya Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta Timur dan Pasar Johar Baru di wilayah Jakarta Pusat.

"Coba dicek di Pasar Induk Cipinang, cek ke Pasar Johar, ini pasar-pasar beras harus dicek, coba dicek, coba kalian datang ke Pasar Cipinang cek harga turun apa naik," katanya.

Sejalan dengan Presiden Jokowi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkirakan kenaikan harga beras yang terjadi saat ini akan berangsur turun seiring gelaran panen raya yang terjadi di sejumlah daerah sentra.

Baca Juga: Dracin Terbaru Yang Zi, Love Endures Dapatkah Mengangkat Lawan Mainnya Fan Chengcheng Seperti Dalam Drama Sebelumnya?

"Karena itu dalam waktu dekat harga akan turun karena selain operasi pasar yang terus dilakukan pemerintah, saat ini petani juga tengah panen raya di sejumlah sentra padi di Jawa Timur dan Jawa Tengah," katanya.

Meski demikian, Mentan berharap penurunan harga beras tidak banyak mempengaruhi penurunan harga gabah petani secara signifikan. Karena itu, dia ingin agar penetapan harga gabah berada di tengah-tengah harga pokok penjualan atau HPP.

"Yang pertama kami mita bulog mutlak harus melakukan penyerapan. Kedua harga gabah turun harus diperhatikan juga, karena petani adalah pahlawan kita. Terpenting penurunan yang terjadi jangan dibawah HPP," jelasnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X