Terpantau.com Dalam rangkaian acara KTT G20, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Inklusi Keuangan Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti, Permaisuri Raja Willem Alexander dari Kerajaan Belanda, memberikan apresiasi khusus kepada Kartu Prakerja sebagai program yang mampu menggerakkan inklusi keuangan.
Ratu Maxima menyampaikan hal tersebut dalam sambutan secara virtual pada hari kedua B20 Summit Indonesia 2022 yang merupakan rangkaian kegiatan KTT G20.
Dalam kalimat pembuka di sesi “Enabling Digital Transformation to Promote Financial Inclusion,” Ratu Maxima menyatakan, saat ini 76 persen orang dewasa dunia sudah tersentuh inklusi keuangan.
Baca Juga: KTT G20, Anne Hathaway Hadiri B20 Summit Indonesia 2022
Penggunaan pembayaran digital menjadi krusial dalam memberikan bantuan sosial selama pandemi Covid-19.
“Dari Jakarta hingga Afrika Timur, jutaan pedagang kecil saat ini melakukan transaksi keuangan melalui gawai pribadi mereka, mengubah kemampuan mereka dalam berinvestasi untuk masa depan yang lebih sejahtera,” kata Maxima, Senin (14/11/2022).
Ratu Maxima mengapresiasi Indonesia lewat Program Kartu Prakerja yang mengedepankan kemitraan dengan lembaga pelatihan, e-marketplace, portal kerja dan teknologi finansial untuk melayani jutaan warga.
Baca Juga: KTT G20, 11 Bandara di Luar Bali Digunakan untuk Parkir Pesawat Tamu Negara VVIP
Sebagai informasi, per November 2022, Kartu Prakerja telah memberi manfaat bagi 16.4 juta warga di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
“Kartu Prakerja berhasil meningkatkan skill, meningkatkan kewirausahaan, atau mencari pekerjaan, sekaligus memberi bantuan sosial langsung via smartphone mereka,” kata Ratu Máxima.
Akses Keuangan Digital
Selain Indonesia, Ratu Maxima juga memberi perhatian positif pada pemerintah Brazil, India, dan juga negara-negara kecil seperti Peru serta Estonia yang terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 melalui platform digital, dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Langkah ini membuat masyarakat rentan memiliki akses ke layanan keuangan sehingga mendorong inklusi finansial untuk seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Ia berharap peningkatan akses ini dibarengi dengan menggencarkan edukasi dan tata kelola data bagi warga kurang mampu agar dapat memaksimalkan manfaat dari layanan keuangan digital.
“Keamanan siber, perlindungan konsumen, tata kelola data, dan literasi digital membantu komunitas yang terpinggirkan menggunakan layanan ini dengan baik,” katanya.
Artikel Terkait
Jokowi Kecewa Dengan Myanmar, Tegas Serukan Hentikan Kekerasan
Hari Pertama Ganjil Genap Saat KTT G20 di Bali, Sejumlah Pengendara Putar Balik