• Selasa, 6 Desember 2022

APBN Cekak, Kemenhub Bakal Leasing Kendaraan Listrik Untuk Kendaraan Dinas Pemerintah

- Kamis, 24 November 2022 | 10:51 WIB
TNI dan Polri menggunakan sepeda motor listrik Zero Motorcycles sebagai armada pengamanan khusus bagi para tamu VIP selama penyelenggaraan KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022. (Foto:Zero Motorcycles)
TNI dan Polri menggunakan sepeda motor listrik Zero Motorcycles sebagai armada pengamanan khusus bagi para tamu VIP selama penyelenggaraan KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022. (Foto:Zero Motorcycles)

Pemerintah tetap mewajibkan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah di Kementerian Perhubungan meski APBN terbatas.

Penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah diinstruksikan untuk dapat diterapkan.

Terpantau.com Pemerintah tetap mewajibkan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah dengan mekanisme leasing di Kementerian Perhubungan karena APBN terbatas.

Penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah diinstruksikan untuk dapat diterapkan.

Kementerian Perhubungan berharap strateginya menyewa atau leasing kendaraan listrik untuk kendaraan dinas pemerintah dapat diikuti oleh kementerian maupun lembaga lainnya. 

“Adanya Inpres mewajibkan bagi K/L untuk melaksanakannya. Yang kami lakukan adalah leasing (menyewa) kendaraan listrik, jadi tidak perlu membeli. Insya Allah ini bisa menjadi kunci bagi K/L lain,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri kegiatan “Electric Vehicle – Funday” di Jakarta, dilansir kemenhub.go.id.

Baca Juga: Pakai Kendaraan Listrik Lebih Irit, Ini Buktinya…

Terkait dengan penyediaan fasilitas pengisian daya seperti charging station atau tempat penukaran baterai, Budi Karya mengusulkan kepada K/L terkait untuk melakukan standarisasi pembuatan baterai. 

Dengan adanya standarisasi charging station tersebut akan memudahkan masyarakat untuk melakukan penggantian baterai kendaraannya di manapun. 

“Standarisasi baterainya jangan sendiri-sendiri. Merek nya bisa berbeda-beda, tetapi bentuk, ukuran, dan sistemnya sama,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Kurniasih Budi

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Kembali Kunjungi Korban Gempa Cianjur

Senin, 5 Desember 2022 | 10:45 WIB

Erupsi Semeru, Ribuan Orang Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 17:48 WIB
X