TERPANTAU -- Duka mendalam menyelimuti keluarga Bripda DP (19) yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya hingga meninggal dunia.
Korban diduga mengalami penganiayaan pada Minggu pagi, 22 Februari 2026, usai salat Subuh di sekitar Kantor Polda Sulawesi Selatan.
Mendiang Bripda DP diketahui sebagai lulusan Polri angkatan 53 tahun 2025 dan baru melaksanakan tugasnya di Sabhara Polda Sulsel.
Kecurigaan adanya tindakan penganiayaan karena di tubuhnya terdapat sejumlah luka lebam dan keluarnya darah dari mulutnya.
Baca Juga: Kawanan Gajah Liar Masuk Mess Karyawan, Warga Kocar-kacir lari Selamatkan Diri
Selain itu, keluarga juga menyoroti momen saat korban masih sempat berkirim pesan dengan orang tuanya di hari tersebut.
Minta Dibawakan Palleko dan akan Dikirim Motor
Ayah Bripda DP, Aipda Muhammad Jabir, membeberkan bahwa anaknya masih berbalas pesan via WhatsApp dengan sang ibu setelah sahur.
Dalam pesan itu, Bripda DP mengungkapkan keinginannya untuk memakan Nasu Palekko, makanan khas suku Bugis dan akan diantar ke asrama Ditsamapta Polda Sulsel.
Tak hanya makanan, ayah Bripda DP juga mengatakan rencana untuk mengirim motor milik korban.
Baca Juga: Perjanjian Dagang dengan AS Berpotensi Berubah, RI Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen
“Dia juga chat ibunya, karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang makan sama seniornya. Dia chat ibunya jam lima subuh, tapi saat di balas jam enam, sudah tidak ada jawaban,” kata Aipda Muhammad Jabir kepada awak media di RS Bhayangkara, Makassar pada Minggu malam, 22 Februari 2026.
Kabar Duka Diterima dari Teman Korban
Artikel Terkait
Warga Sumenep Disebut Rela Antre Sejak Siang demi Bisa Tarawih
Guru Besar Trisakti Minta Publik Baca Kesepakatan Tarif RI–AS Secara Utuh
Wanita Ini Bangga Punya Paspor Indonesia Meski Sudah 21 Tahun di Jepang
Pilu Ibu Pedagang Sayuran Ini Dilarang Jualan di Teras Rumah Sendiri
Curahan Hati Arie Kriting Lihat Polemik 'Cukup Aku WNI, Anak Jangan'
Kronologi Kebakaran Rumah yang Diduga Berisi Petasan di Sleman
Viral ‘Cukup Saya WNI, Anak Jangan’, WNI di Jepang: I Love Indonesia
Perjanjian Dagang dengan AS Berpotensi Berubah, RI Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen
Ekonom: Tarif Resiprokal RI–AS Ujian Ketahanan Industri Nasional
Kawanan Gajah Liar Masuk Mess Karyawan, Warga Kocar-kacir lari Selamatkan Diri