"Kalau sampai terbakar, itu paling berbahaya," tambahnya.
Masih dalam Proses Pendinginan
Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan metode khusus untuk menangani kebakaran berbahan gas, yaitu menggunakan foam atau cairan seperti deterjen untuk mempercepat api padam.
Baca Juga: Viral Maling di Medan Tinggalkan Surat Minta Maaf untuk Korbannya
Perihal itu, Heryanto menjelaskan, penanganan kebakaran gas membutuhkan kehati-hatian tinggi karena berisiko menimbulkan ledakan susulan.
Terlebih, lokasi SPBE yang berada di tengah permukiman padat penduduk, sehingga api cepat merembet ke bangunan warga.
“Di belakang ada rumah, di samping juga ada rumah,” katanya.
Hingga berita ini terbit, api telah berhasil dikendalikan, namun petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.***
Artikel Terkait
Kebakaran Hebat di Pabrik Plastik, Petugas 7 Jam Hadapi Kobaran Api
Kronologi Sopir Bus Pariwisata Kena Tinju Penumpang Mobil Lain di Cilegon
Diduga Tak Kuat Nanjak, Bus Pengantin di OKU Selatan Terjungkir
Heboh Tumpukan Sampah Berserakan di Jalan Bikin Warga Resah
Kronologi Karyawan Ayam Geprek Ditemukan Tewas dalam Freezer
Viral Maling di Medan Tinggalkan Surat Minta Maaf untuk Korbannya
Jalan Rusak dan Berlumpur, Warga Ungkap Bakal Terus Viralkan
Viral Api Misterius jadi Penyebab Rumah di Jember Kebakaran
10 Korban Berhasil Dievakuasi usai Insiden Ledakan Dahsyat di SPBE Bekasi Timur
Pedagang Keripik Tempe Keluhkan Harga Plastik Imbas Perang AS-Iran