"Tanggal 5 terakhir kamu kerja, besok antar surat resign," ungkapnya.
"Pahami ya, mau tidak akan bisa masuk ke Gacoan lagi mau di mana pun," imbuh supervisor Mie Gacoan tersebut.
Respons dari Karyawan Mie Gacoan
Sang karyawan lantas menjawabnya dengan mempertanyakan alasan dasar atas keputusan tersebut.
"Kan hanya minta off, Pak, apa salah ya kalau memang tidak bisa cuti," terangnya.
Sejumlah pengguna media sosial menilai respons tersebut tidak mencerminkan empati dan dinilai bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap pekerja, terutama dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Cerita Keluarga dari WNI yang Dikabarkan Tewas di Kamboja
Setelah viralnya kasus tersebut, pihak manajemen terkait akhirnya memberikan klarifikasi atas percakapan yang beredar di media sosial.
Supervisor Akhirnya Minta Maaf
Dalam kesempatan berbeda, terlihat video klarifikasi yang disampaikan supervisor terkait usai ramainya kasus tersebut.
"Berkaitan dengan chat WA saya, saya meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan," terangnya sebagaimana dilansir dari postingan yang sama.
"Saya menyadari melakukan hal yang tidak sepatutnya dalam hal ini, yaitu memaksa tim saya untuk mengundurkan diri, dan bertindak melebihi batas kewenangan saya sebagai supervisor," tandasnya.
Baca Juga: Kronologi Insiden Kereta Api Bangunkarta Anjlok di Stasiun Bumiayu
Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari pihak karyawan atas klarifikasi yang diberikan pihak manajemen Mie Gacoan di Kota Medan tersebut.
Namun yang jelas, kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan hak para pekerja, terutama dalam situasi darurat yang melibatkan keluarga.***