Terpantau.com - Sebuah bus pariwisata kecelakaan di turunan Jalan Raya Panjalu-Payungsari, Dusun Paripurna, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Sabtu (21/5).
Kecelakaan bus pariwisata PO Pandawa di Ciamis tersebut mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 43 orang lainnya luka-luka.
Para korban bus pariwisata yang naas dibawa ke Puskesmas Payungsari, Puskesmas Panjalu, dan RSUD Ciamis, Jawa Barat.
Kapolres Ciamis AKPB Tony Prasetyo menjelaskan, proses evakuasi bangkai bus pariwisata masih dilakukan anggotanya menggunakan alat berat dan kendaraan derek.
"Polres Ciamis masih terus melakukan pendataan korban dan penyelidikan lebih lanjut atas kecelakaan bus pariwisata PO Pandawa yang membawa rombongan peziarah ini," ujar Tony, seperti dilansir dari PMJ News, Minggu (22/5).
Menurut data dari tim Dokkes Polres Ciamis, Puskesmas Payungsari menerima korban kecelakaan sebanyak 18 orang. 18 korban tersebut, 16 luka-luka dan 2 meninggal dunia.
Kemudian Puskesmas Panjalu merawat 23 korban. Rinciannya, 22 orang luka sedang dan ringan, sedangkan satu orang meninggal dunia.
Sedangkan, RSUD Ciamis merawat enam korban, 5 di antaranya luka-luka dan satu meninggal dunia.
Kepolisian menduga kecelakaan lalu lintas tersebut akibat bus mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun Dusun Paripurna, Desa Payungsari, Kecamatan Panambungan, Ciamis.
Bus dengan nopol DK 7307 WA yang dikendarai sopir Ipay itu membawa 60 orang peziarah dari Balaraja, Kabupaten Tanggerang.
Ketika rem blong terjadi, bus melaju tak terkendali sehingga menabrak dua mobil dan empat motor.
Tragisnya, bus baru berhenti setelah menabrak tiga rumah di sebelah kanan jalan.***