Dominasi Pajak dalam APBN 2026, ini Analisa Pengamat

photo author
Dedi Darmadi, Terpantau
- Senin, 23 Februari 2026 | 14:06 WIB
Dominasi Pajak dalam APBN 2026, ini Analisa Pengamat (Ilustrasi)
Dominasi Pajak dalam APBN 2026, ini Analisa Pengamat (Ilustrasi)

“Ketika komoditas melemah dan PNBP turun, satu-satunya penopang adalah pajak. Jika terjadi perlambatan ekonomi, risiko pelebaran defisit akan semakin terbuka,” tegasnya, Senin 23 Februari 2026.

Di sisi lain, belanja negara pada Januari sudah mencapai Rp227,2 triliun sehingga defisit tercatat Rp54,6 triliun. Secara musiman, defisit awal tahun masih dalam koridor wajar, tetapi keberlanjutannya sangat bergantung pada konsistensi penerimaan di bulan-bulan berikutnya.

Noviardi memperkirakan kumulatif Januari–Februari berpotensi mendekati Rp347 triliun atau sekitar 11 persen dari target tahunan, dengan asumsi tren pajak tetap terjaga.

Baca Juga: Ekonom: Tarif Resiprokal RI–AS Ujian Ketahanan Industri Nasional

Ia menekankan bahwa optimisme fiskal awal tahun harus diimbangi dengan kehati-hatian dalam pengelolaan belanja dan upaya diversifikasi sumber penerimaan.

 “Dominasi pajak memang memberi sinyal kuat, tetapi tanpa penguatan struktur PNBP dan stabilisasi sumber non-pajak, fondasi fiskal belum sepenuhnya kokoh,” pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedi Darmadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X