Erwin rupanya tahu dengan kebiasaanku. Setiba di Semarang dia memarkir mobilnya sebentar ke salah satu hotel untuk sebentar beristirahat dan kami bisa membersihkan diri sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Perjalanan ke Jakarta adalah tugas Dullah untuk mengendarai mobil, setelah tadi dari Jogja ke Semarang dia banyak diistirahatkan dan duduk di belakang bersama Alex. Nanti malam juga jatahku tidur karena sepanjang siang tadi aku sudah menemani Erwin duduk di sampingnya.
Sampai berjumpa pada episode selanjutnya Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih. ***
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Namanya Juga Perempuan'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Erwin yang Makin Piawai'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar yang Leluasa untuk Dijelajahi'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bertukar Aura Bahagia'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bersyukur Adalah Hal yang Layak Dilakukan Setiap Hari'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Semoga yang Indah Di Awal, Indah Di Tengah Pun Pula Di Akhir'