Baca Juga: Disambut Rita Tamuntuan dan Para Istri Kepala Daerah PDIP, Siti Atikoh Ganjar Tiba di Manado
Dengan adanya Alex di rumah pikiranku tidak terlalu bercabang, karena dapat melihat dia dari dekat. Jadi agak sedikit rileks. Tinggal aku memikirkan bagaimana mulai mengurus kebun mawar dan kebun amarilis serta kebun kenanga yang kemarin kupesan dari rumah Erwin. Kepada para tukang, sekalian mereka mengerjakan rumah tempat tinggal juga serentak dilakukan kavling tempat-tempat yang akan ditanami mawar, yang ditanami amarilis dan juga pohon kenanga. Aku rencanakan membuat pohon kenanga agar tidak terlalu tinggi, jadi tidak menimbulkan kesan seram. Karena bukan rahasia umum lagi kalau keberadaan pohon yang satu ini dihubungkan denan mitos atau legenda tertentu. Kalau nanti aku harus tinggal di lingkungan seperti itu namanya aku mencari perkara sendiri. Ya kan? Apalagi tingkat keberanianku sudah menurun drastis. ***
SDS.18.1.24
Sampai berjumpa pada episode selanjutnya Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih. ***
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Erwin yang Makin Piawai'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar yang Leluasa untuk Dijelajahi'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Taman Amarilis, Dulu Pernah Ada Di Hatinya'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bertukar Aura Bahagia'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bersyukur Adalah Hal yang Layak Dilakukan Setiap Hari'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Semoga yang Indah Di Awal, Indah Di Tengah Pun Pula Di Akhir'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Bahu Lebar Tempat Bersandar yang Menjanjikan'