Sedangkan jika dilihat dari isinya, pangsit atau wonton atau jiaozi juga mempunyai makna atau arti yang berbeda.
Daun seledri dimaksudkan mewakili ketekunan dan kekayaan. Sedangkan isian kubis melambangkan berkah untuk kehidupan yang berkecukupan selama seratus tahun.
Isian eperti jamur adalah simbol untuk meningkatkan kekayaan dan keberuntungan. Dan isian ikan berarti kelebihan kekayaan. Isian daging sapi melambangkan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Ada yang perlu diketahui bahwa orang Cina tidak makan pangsit asinan kubis Cina pada saat Festival Musim Semi. Alasannya karena itu menyiratkan masa depan yang buruk dan sulit.
Namun pada malam tahun baru Imlek, masyarakat makan pangsit dengan kubis dan lobak. Hal ini menyiratkan akan cerahnya kulit dan suasana hati yang lembut.
Berdasarkan sejarah pangsit atau wonton atau jiaozi ini muncul pada awal periode Tiga Kerajaan 220–280 SM.
Sedangkan bentuk pangsit yang kita temui ini dan disajikan di atas piring sebagai hidangan dimulai pada sekitar Masa Dinasti Tang
Pangsit atau wonton ini sangat populer pada Masa Dinasti Qing 1644–1911, dimana saat itu pangsit atau wonton atau jiaozi ini dapat dilihat di mana-mana dan pengembangan serta perkembangan pangsit adalah yang terbesar.
Pada 1972 ada sebuah penemuan yang mengejutkan yaitu dengan ditemukannya mangkuk kayu terkubur yang berisi selusin benda berbentuk bulan sabit, menyerupai pangsit atau wonton atau jiaozi sekarang oleh para arkelolog di Makam Astana Turban.
Penemuan ini memberitahukan bahwa tradisi makan pangsit diturunkan ke daerah minoritas etnis Barat 1.300 tahun yang lalu. ***
Artikel Terkait
Eksotisme Klenteng Hian Thian Siang Tee, Klenteng Tertua Di Jepara dengan Banyaknya Kisah Mistis yang Melekat
Lay See, Gerakan Utama Dalam Atraksi Atau Tarian Barongsai Tradisi Imlek yang Khas Di Indonesia
Mengenal Yasui Qian, Uang Keberuntungan Dalam Amplop Merah atau Angpao yang Dibagikan Saat Imlek
Sejarah Yasui Qian Erat Hubungannya Dengan Monster Kecil Sui yang Suka Mengganggu Anak Kecil Di Malam Imlek
Kue Osmanthus yang Legendaris, Kue Manis Berasal dari Masa Dinasti Ming yang Masih Eksis Hingga Kini. Xindu Adalah Pusatnya