Terpantau.com – Sebelum lebih lanjut membahas tentang pangsit ini, ada baiknya jika menilik dulu KBBI. Berdasarkan KBBI, pangsit atau pang.sit adalah nomina atau kata benda yaitu makanan yang terdiri atas daging cincang yang dibungkus dengan selaput yang terbuat dari adonan tepung terigu, digoreng, atau direbus.
Pangsit atau wonton atau juga sering disebut jiaozi merupakan salah satu hal yang tak dapat dilepaskan dari Imlek. Makanan ini disebut sebagai makanan pembawa keberuntungan.
Masyarakat Cina mempercayai bahwa menyajikan pangsit pada perayaan Imlek akan membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang.
Baca Juga: Renungan Hari Rabu Abu: 'Dari Debu Kembali ke Debu Tetapi Roh Diselamatkan oleh Allahku'
Aslinya pangsit ini merupakan makanan tradisional Cina utara yang terkenal. Bentuknya setengah bulan yang diisi daging cincang dan sayuran cincang halus yang dibungkus dengan kulit adonan tipis.
Dari bentuk dan isian yang terdapat dalam pangsit ini, makanan ini dianggap sebagai masakan Cina yang representatif, karena sarat dengan makna budaya.
Makna budaya makan pangsit atau wonton atau jiaozi pada saat Festival Musim Semi dikatakan membawa keberuntungan secara finansial.
Hal ini dikarenakan pangsit terlihat seperti batangan, mata uang yang digunakan di masa lalu.
Juga dalam membuat pangsit atau wonton atau jiaozi juga ada aturannya, misalnya jumlah lipatan harus bagus. Tidak boleh membuatnya terlalu datar karena itu dianggap sebagai kemiskinan.
Ada juga yang menaruh benang putih di dalam pangsit, dengan harapan orang yang memakan pangsit itu akan memiliki umur panjang.
Tidak jarang ada juga yang memasukkan koin tembaga dimasukkan ke dalam pangsit atau wonton atau jiaozi dengan harapan orang yang memakannya seharusnya menjadi kaya.
Aturan lain dalam membuat pangsit misalnya harus diatur dalam garis, bukan lingkaran. Hal itu dikarenakan lingkaran pangsit seharusnya berarti hidup seseorang akan berputar dalam lingkaran, tidak pernah ke mana-mana.
Baca Juga: Ishtar dan Disappearing Message, Sebuah Pentigraf Sebagai Bacaan Ringan Di Hari Valentine
Artikel Terkait
Eksotisme Klenteng Hian Thian Siang Tee, Klenteng Tertua Di Jepara dengan Banyaknya Kisah Mistis yang Melekat
Lay See, Gerakan Utama Dalam Atraksi Atau Tarian Barongsai Tradisi Imlek yang Khas Di Indonesia
Mengenal Yasui Qian, Uang Keberuntungan Dalam Amplop Merah atau Angpao yang Dibagikan Saat Imlek
Sejarah Yasui Qian Erat Hubungannya Dengan Monster Kecil Sui yang Suka Mengganggu Anak Kecil Di Malam Imlek
Kue Osmanthus yang Legendaris, Kue Manis Berasal dari Masa Dinasti Ming yang Masih Eksis Hingga Kini. Xindu Adalah Pusatnya