Terpantau.com - Pekerja kantoran seringkali menghadapi gaya hidup yang cenderung sedentary, yang mengacu pada kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan duduk yang berkepanjangan. Gaya hidup sedentary ini dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan seseorang.
Berbagai kemudahan mulai dari teknologi yang semakin maju di segala aspek kehidupan telah memberikan banyak kemudahan. Kemudahan ini sayangnya mengakibatkan banyak orang cenderung menjadi mager (malas gerak) dan jarang melakukan aktivitas fisik yang dikenal dengan fenomena gaya hidup sedentary (sedentary living).
Banyak pekerja kantoran menghabiskan sebagian besar waktu kerja mereka di depan komputer, yang menyebabkan kurangnya gerakan fisik. Pekerja sering kali harus berkonsentrasi pada pekerjaan mereka secara intensif, mengakibatkan kurangnya kesempatan untuk bergerak atau beristirahat sejenak.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Pengalengan untuk Liburan Sekolah, Ada Situ Cileunca
Pekerjaan yang padat seringkali membuat sulit bagi pekerja kantoran untuk mencari waktu untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Selain itu, fasilitas olahraga atau area terbuka mungkin tidak mudah dijangkau di sekitar tempat kerja.
Adapun gaya hidup sedentary menurut Kementerian Kesehatan mengacu pada segala jenis aktivitas di luar waktu tidur dengan karakteristik keluaran kalori sangat sedikit. Berdasarkan durasi waktu, gaya hidup sedentary terbagi atas level rendah dalam durasi < 2 jam, level menengah dalam durasi 2–5 jam, dan level tinggi dalam durasi > 5 jam.
Pekerja kantoran yang nyaris setiap harinya lebih banyak duduk dalam ruangan selama delapan jam sampai 10 jam per hari dengan aktivitas yang monoton hanya di depan komputer dan sesekali meeting dalam ruangan rapat. Saat makan siang, tetap di ruangan sehingga jarang mengeluarkan banyak tenaga dan kurang berjalan kaki.
Sangat dianjurkan agar masyarakat modern untuk mengurangi kebiasaan gaya hidup sedentary. Caranya, dengan melawan rasa malas untuk bergerak dan meningkatkan motivasi diri untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik.
"Gunakan sisa waktu makan siang Anda untuk melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki," kata Seto melalui keterangan tulis, Sabtu (10/6/2023).
Lalu pada saat bekerja, hindari posisi duduk yang dapat menyebabkan sakit punggung dan leher. Dalam kondisi ideal saat duduk, usahakan postur tubuh dalam keadaan tegak. Posisi kaki juga penting diperhatikan, biasakan kaki selalu ada di lantai sehingga peredaran aliran darah lebih lancar.
Lakukan peregangan tubuh sekitar lima menit hingga 10 menit di sela-sela waktu kerja. Sangat baik jika setidaknya tiga kali atau empat kali sepekan berolahraga selama 30 menit hingga 40 menit agar tubuh tetap bugar.
Ada risiko kesehatan yang berpotensi timbul dari gaya hidup sedentary, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung. Penyakit-penyakit ini berbahaya bagi tubuh. Selain menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik, Fridolin juga menyarankan agar para pekerja kantoran melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah penyakit sedari dini.
Baca Juga: 7 Kuliner Hidangan Khas Cirebon Selain Empal Gentong, Kelezatannya Menggugah Selera
Artikel Terkait
Wajib Coba! 5 Buah Penurun Kolesterol Paling Ampuh, Cegah Penyakit Jantung
6 Makanan Sehat untuk Mencegah Penyakit Jantung Koroner Yang Mudah Ditemukan
Tips Agar Kesehatan Jantung Tetap Terjaga, Hindari 4 Makanan Pemicu Kolesterol Tinggi Ini!
Waspada! Berikut 5 Faktor yang Meningkatkan Risiko Henti Jantung
Terkenal Pahit, Berikut 5 Manfaat Daun Sambiloto Bagi Kesehatan, Mampu Mencegah Pembentukan Gumpalan Darah
Yuk Kenali Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan, Bisa Mempercepat Penyembuhan Pasien Demam Berdarah
Cegah Kematian Dini, Atasi Dengan Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari
Ini 6 Makanan yang Tidak Baik untuk Kesehatan Jantung
Berikut 7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Yuk Simak Apa Saja
Intip 6 Manfaat Menonton Konser Musik untuk Kesehatan, Meningkatkan Fungsi Otak Salah Satunya