“Salah satu yang kita sediakan adalah keterampilan dan peluang dibidang pertanian termasuk perkebunan dan peternakan, karena kita tidak ahli disitu jadi kita minta pendapat dan pandangan Bapak Menteri disitu, hal ini juga sebagai upaya untuk mengembalikan Indonesia menjadi negara swasembada beras" katanya.
Dirinya berharap pertanian dapat menjadi bidang yang sangat strategis dalam memberikan kehidupan bagi para mantan Napiter.
Kolaborasi Kementan dan BNPT ini diharapkan dapat mendorong para Mantan Napiter untuk terjun ke dunia pertanian sehingga mereka mampu berpendapatan dan berpenghasilan secara cepat, tiidak hanya secara individu tetapi juga berdampak bagi kehidupan keluarganya hingga masyarakat sekitar.
“Kebetulan BNPT telah memiliki 5 lokasi tempat, Pak Menteri nantinya akan melakukan evaluasi kesana, apakah lahan ini dapat menjadi lokasi program, dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan negara, hasilnya untuk keluarga mantan narapidana itu sendiri, masyarakat sekitar, dan tentunya untuk negara” bebernya.
Sebagai informasi, BNPT tercatat telah mendirikan KTN (Kawasan Terpadu Nusantara) di lima wilayah lokus sinergitas penanggulangan terorisme, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.
KTN merupakan salah satu program deradikalisasi yang dilakukan BNPT, terutama menyangkut program pemberdayaan ekonomi narapidana terorisme (mitra deradikalisasi). ***
Artikel Terkait
Malai-Malai Sorgum dari Masa Lampau di Timur Indonesia
Kesusastraan Sorgum, Tercatat di Pulau Jawa hingga Flores
Smart Farming Potensial Tingkatkan Nilai Tambah Produk Pertanian
Kementan Pastikan Ketersediaan Gula dan Minyak Goreng Cukup untuk Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023
Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian