Baterai Kendaraan Listrik Harus Terjangkau, Vale Indonesia Sinergi dengan Banyak Pihak untuk Majukan Produksi

photo author
Kurniasih Budi, Terpantau
- Kamis, 6 April 2023 | 03:54 WIB
Mobil Ford dengan koneksi internet (ford) (ford)
Mobil Ford dengan koneksi internet (ford) (ford)

Terpantau.com PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan Zhejiang Huayou Cobalt Co.  mengumumkan kesepakatan dengan produsen mobil global Ford Motor Co terkait baterai kendaraan listrik

Ketiga pihak tersebut bersinergi untuk memajukan produksi nikel yang lebih berkelanjutan di Indonesia dan membantu menjadikan baterai kendaraan listrik lebih terjangkau.

“Kerangka kerja ini memberikan kendali langsung kepada Ford untuk mendapatkan nikel yang dibutuhkan. Memungkinkan kami memastikan nikel telah ditambang sejalan dengan target keberlanjutan perusahaan kami, menetapkan standar ESG yang tepat saat kami mengukur,” kata Vice President industrialisasi Ford Model e EV, Lisa Drake dalam pernyataan resmi.

Baca Juga: Digugat Uni Eropa Soal Nikel, DPR Minta Pemerintah Segera Siapkan Strategi untuk Banding ke WTO

Ketiga perusahaan tersebut melakukan penyertaan modal di Proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) Blok Pomalaa. Proyek HPAL Blok Pomalaa akan mengolah bijih yang dipasok oleh PT Vale Indonesia dari tambang Blok Pomalaa untuk menghasilkan nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP), produk nikel berbiaya rendah yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik dengan katoda kaya nikel.

Adapun pabrik HPAL akan beroperasi di bawah naungan PT Kolaka Nickel Indonesia di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Tunduk pada persetujuan regulator, proyek ini dapat menghasilkan hingga 120 kiloton MHP per tahun.

“Perjanjian ini menunjukkan bahwa bukan hanya mengenai apa yang kami tambang, tetapi bagaimana kami melakukannya. Kami menanamkan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola kami ke dalam semua yang kami lakukan. Kerja sama global ini sejalan dengan visi Indonesia untuk membangun ekosistem EV domestik dan menjadikan PT Vale sebagai kontributor penting dalam mengatasi tantangan dekarbonisasi dunia," ujar CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy.

Baca Juga: Digugat Uni Eropa Soal Nikel, Indonesia Ajukan Banding ke WTO

Sebagai informasi, persiapan lokasi awal Proyek HPAL Blok Pomalaa telah dimulai. Dan konstruksi penuh diharapkan dapat dimulai tahun ini, dengan operasi komersial dimulai pada tahun  2026. Kolaborasi ini akan menyediakan bahan-bahan penting untuk peralihan industri otomotif ke kendaraan listrik.

Kerjasama juga bertujuan meningkatkan industri manufaktur kendaraan listrik Indonesia dan mendukung rencana Ford untuk menghasilkan laju produksi 2 juta kendaraan listrik pada akhir 2026 dan skala lebih lanjut secara bertahap.

"Kemitraan ini mengukuhkan PT Vale Indonesia sebagai pemasok utama dan pemimpin dalam nikel berkelanjutan dan rendah karbon,” kata Presiden Komisaris PT Vale dan Wakil Presiden Eksekutif Vale Energy Transition Metals, Deshnee Naidoo.

Baca Juga: DPR RI Dukung Presiden Jokowi untuk Jadikan Indonesia Raja Baterai Kendaraan Listrik

Perlu diketahui, kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses groundbreaking Blok Pomalaa PT Vale Indonesia pada November lalu. Blok ini merupakan Proyek Strategis Nasional dengan investasi hingga Rp 67,5 triliun dan diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 12.000 pekerjaan konstruksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kurniasih Budi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X