Terpantau.com – Baru-baru ini Kementan mengeluarkan rilis Nomor: 591/R-Kementan/11/2023. Dalam rilis itu Mentan Andi Amran Sulaeman, berkomitmen untuk bantu negara tekan berkembangnya Pemahaman terorisme.
Mentan atau Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, berkomitmen penuh membantu negara dalam menekan berkembangnya pemahaman terorisme di Indonesia.
Salah satunya dengan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk membina dan melatih para Napi Terorisme (Napiter) untuk melakukan kegiatan ekonomi melalui sektor pertanian.
Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Adakah Makan Siang Gratis?'
“Ini kita memberikan solusi permanen untuk saudara – saudara kita mantan Napiter, ini jumlahnya kecil, penduduk kita kan lebih dari 200 juta, kita mencari lahan yang cocok, lahan itu cocok untuk apa, untuk Peternakan atau Hortikultura ataupun Tanaman Pangan,”
“Kita kan ada program insentive El Nino, kita kolaborasi” ujar Mentan saat melakukan pertemuan dan berkoordinasi dengan jajaran BNPT di Kantor Pusat Kementan, Rabu, 15 November 2023.
Kedepan, panen yang mereka hasilkan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau dalam skala kecil, para Napiter juga didorong menghasilkan pangan untuk memenuhi kebutuhan skala nasional.
Nantinya Lanjut Amran, para Napiter yang bekerja di bidang pertanian diharapkan dapat mengembangkan kapasitasnya, tentu dengan dukungan dan pendampingan Kementan.
“Jangan biarkan saudara kita berjalan sendiri, kita ciptakan lapangan kerja untuk mereka, agar mereka produktif, berpendapatan lebih dan mampu membiayai keluarganya dengan baik, nantinya mereka membentuk kelompok, kami ingin mereka berbaur dengan masyarakat, kita harus maju dan fokus membahas ide - ide serta gagasan,
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komisaris Jenderal Ryzko Amelza Daniel mengatakan bahwa pencegahan terorisme merupakan kewajiban semua pihak agar saling memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.
"Kami membahas tentang program bagi para Napiter, salah satunya dengan program Deradikalisasi, bagaimana memberikan kehidupan bagi para Mantan Narapidana, negara juga ingin memberikan mereka kesempatan dan peluang untuk bekerja dan berketerampilan sesuai dengan keinginan dan talentanya masing – masing,” tegasnya.
Menurut Ryzko, penanganan napiter melalui pendekatan wawasan kewirausahaan berupa aktivitas produktif dan ekonomi seperti sektor pertanian khususnya perkebunan dan peternakan adalah cara yang paling bagus untuk menekan berkembangnya pemahaman radikal.