Gempa Cianjur, Waspada Bencana Lanjutan Longsor dan Banjir Bandang

photo author
Kurniasih Budi, Terpantau
- Rabu, 23 November 2022 | 09:07 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mewaspadai bencana lanjutan pasca gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu.  (Instagram/basarnas_jabar)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mewaspadai bencana lanjutan pasca gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu. (Instagram/basarnas_jabar)

Terpantau.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mewaspadai bencana lanjutan pasca gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu. 

Bencana lanjutan yang perlu diwaspadai tersebut berupa tanah longsor dan banjir bandang usai guncangan gempa Cianjur magnitudo 5,6.  Hingga Selasa (22/11/2022) pukul 06.00 WIB, telah terjadi 117 gempa susulan dengan terbesar tinggi getaran 4.2 dan terkecil 1.5 magnitudo

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan masyarakat Cianjur yang bermukim di daerah lereng-lereng perbukitan dan di lembah atau bantaran sungai perlu mewaspadai bencana lanjutan pasca gempa Cianjur.

Baca Juga: BNPB Terus Melakukan Pemutakhiran Data Korban Gempa Cianjur

Dwikorita mengatakan usai gempa Cianjur, besar kemungkinan lereng-lereng perbukitan di Cianjur menjadi rapuh. Kondisi ini dapat semakin diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang berpotensi mengguyur Cianjur.

"Lereng-lereng yang rapuh ini ditambah hujan deras dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng. Jadi masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya kolateral hazard atau bahaya ikutan usai gempa kemarin," ujar Dwikorita dilansir bmkg.go.id.

Mulai Selasa (22/11/2022), Tim Survey BMKG melakukan perekaman gempa-gempa susulan dan tingkat kerusakan, untuk menghasilkan peta makrozonasi dan mikrozonasi yang diperlukan untuk mendukung proses rekonstruksi dan penyempurnaan tata ruang

Hindari Bangunan Rusak

Dwikorita meminta masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi

Bangunan yang mengalami retak atau rusak dikhawatirkan tidak kuat menopang dan ambruk jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.

"Untuk sementara jangan memaksakan kembali ke rumah jika bangunannya rusak atau retak-retak," katanya.

Baca Juga: Wilayah Pegunungan Jadi Tantangan, Basarnas Terus Lakukan Pencarian Korban Gempa Cianjur

Dwikorita menjelaskan, banyaknya korban jiwa dalam peristiwa gempa Cianjur akibat tertimpa bangunan yang tidak mampu menahan guncangan gempa. 

"Sebenarnya gempa tidak membunuh dan melukai. Justru, bangunanlah yang membunuh dan melukai manusia.

Dilansir bnpb.go.id, data sementara yang telah dihimpun hingga Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, terdapat korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur sebanyak 268 dan sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah. Selain itu, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kurniasih Budi

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X