Setiap unggahan tersebut kemudian ramai dengan berbagai komentar dari warganet yang turut mempertanyakan kesesuaian harga per porsi serta kandungan gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak.
Beberapa komentar dari warganet, di antaranya, “Memang harus dikritisi sampai program ini benar-benar bermanfaat karena banyak celah di setiap daerah,” tulis akun @tho*****9
“Kayak gini hampir merata di mana-mana, termasuk daerah saya. Cuma ada yang malas speak up aja,” tulis akun @yay*******a
Baca Juga: Perjanjian Dagang dengan AS Berpotensi Berubah, RI Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen
“Gimana sih standar gizi MBG? Apakah sebuah roti, telur 1 butir, jeruk 1 biji, kurma sebungkus udah termasuk memenuhi gizinya?” tulis akun @gus**********1
Tak sedikit warganet yang turut membandingkan menu serupa yang diterima meski berasal dari daerah lain.***
Artikel Terkait
Respons Menkeu Purbaya soal Konten Viral 'Cukup Aku WNI, Anak Jangan'
Perjanjian Tarif RI-AS Bikin Pengusaha Indonesia Semringah
Kecelakaan 2 Bus TransJakarta Adu Banteng di Jaksel, 24 Orang Jadi Korban
DPRD Bone Bolango Teken Pakta Integritas, Aliansi Mahasiswa Kawal Penuntasan KKN
Kadin Minta Impor Kendaraan untuk Koperasi Merah Putih Dibatalkan
LPKNI Bongkar Dugaan Praktik Mafia Minyak Goreng Milik Oknum Lurah di Kota Jambi
Polemik Awardee LPDP yang Ogah Anaknya WNI, Kena Cancel Berkarier di Pemerintah
Pengamat: Impor Kendaraan Ancam Industri Nasional dan Kedaulatan Ekonomi
Kerja Sama Danantara–Arm Limited Inggris, Bidik Industri Chip Global
Polemik MinyaKita Oknum Lurah, Bulog Jambi: Teguran Hingga Blacklist