Benarkah Harga Bahan Baku dari SPPG Berpotensi Kena Mark Up?

photo author
Redaksi Terpantau, Terpantau
- Rabu, 4 Maret 2026 | 15:39 WIB
Menyoroti isu mark up bahan baku dalam paket program makan bergizi gratis (MBG) yang menuai sorotan di media sosial. (Instagram.com/@thinksmart.id - Ombudsman RI)
Menyoroti isu mark up bahan baku dalam paket program makan bergizi gratis (MBG) yang menuai sorotan di media sosial. (Instagram.com/@thinksmart.id - Ombudsman RI)

TERPANTAU -- Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti isu dugaan mark up atau penggelembungan harga bahan baku pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Sebelumnya diketahui, pada 24 Februari 2026 lalu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang pernah mengakui pihaknya mendapat banyak laporan tentang para mitra yang sering melakukan penggelembungan harga bahan baku pangan untuk dapur SPPG.

Penggelembungan harga tersebut disebut di atas harga eceran tertinggi (HET), dan bahkan bahan baku yang diterima berkualitas buruk.

Baca Juga: Menlu: Indonesia Hubungi AS dan Iran, Siap Jadi Mediator

Oleh sebab itu, dia meminta Kepala SPPG, Pengawas Keuangan hingga Pengawas Gizi untuk jangan mau mengikuti kemauan mitra SPPG tersebut.

Berkaca dari hal tersebut, sebagian kalangan kini tengah dibuat risau dengan berbagai persoalan yang kerap muncul pada kualitas paket makanan MBG yang beredar di sekolah maupun masyarakat.

Terbaru, sebuah rekaman video memperlihatkan aksi protes warga sekaligus penerima manfaat di wilayah Lebak Gede, Kota Bandung, Jawa Barat yang mengritik kualitas makanan MBG.

Baca Juga: Dampak Tol Jambi–Palembang: Rp3 Triliun Uang Warga Mengalir ke Sumsel

"Seorang warga melayangkan kritik tajam langsung di hadapan sosok yang disebut sebagai ahli gizi (dari SPPG)," tulis postingan @thinksmart.id yang dikutip pada Rabu, 4 Maret 2026.

Skandal Modal MBG Hanya Rp3.000

Harga yang dinilai tak sebanding dengan kualitas makanan MBG itu pun disinyalir menjadi sorotan tajam penerima manfaat di Lebak Gede.

"Modal untuk satu porsi makanan tersebut disebut hanya berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000," beber postingan itu.

"Sehingga muncul kecurigaan adanya pemotongan anggaran yang terlalu besar masuk ke kantong pengelola," sambungnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Terpantau

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

Rabu, 15 April 2026 | 20:48 WIB

Indonesia Jadi 'Cahaya' di Mata Investor Global

Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB
X