Melalui kebijakan tersebut, BULOG memperoleh alokasi sekitar 46 juta liter MinyaKita setiap bulan. Jumlah ini dinilai cukup untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di tengah kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.
Tak hanya dua komoditas utama tersebut, sejumlah bahan pokok lain juga terpantau dalam kondisi cukup. Berdasarkan pemantauan di berbagai daerah, harga sejumlah komoditas sembako relatif stabil dan terkendali di pasaran.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Baca Juga: Dodi Sularso Dorong D'Raja Law Firm Jadi Kantor Hukum Berkelas Internasional
Pemerintah menilai ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman sehingga tidak ada alasan untuk menimbun bahan pokok.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi stok dan distribusi pangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” tutupnya.
Artikel Terkait
Buruan, KAI adakan 'Flash Sale' Tiket Mudik Murah Sore Ini
Gelar Buka Puasa Bersama, Gus Miftah Ajak Ribuan Anak Yatim Doakan Prabowo
Pengamat: Seskab Teddy Hadir Sebagai Perspektif Presiden
Boy Thohir Ungkap Momen Kebersamaan dengan 1.000 Anak Yatim
Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
Kasad Launching 11 Jembatan Gantung di Aceh
Dodi Sularso Dorong D'Raja Law Firm Jadi Kantor Hukum Berkelas Internasional
Pengamat: 10 Juta Kelas Menengah RI Hilang Sejak 2019
Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi