Harga BBM di Negara Lain Meroket Tapi di RI Masih Stabil

photo author
Redaksi Terpantau, Terpantau
- Rabu, 25 Maret 2026 | 15:42 WIB
Ilustrasi pengisian BBM bersubsidi (dok.Pertamina)
Ilustrasi pengisian BBM bersubsidi (dok.Pertamina)

TERPANTAU, JAKARTA -- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai negara melonjak akibat penutupan Selat Hormuz menyusul konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Di Vietnam misalnya, harga BBM telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak 26 Februari 2026. Demikian juga di Singapura, kenaikan harga BBM memicu tekanan ekonomi bagi masyarakat dan sektor transportasi di negara tersebut. Di Malaysia, harga BBM nonsubsidi telah naik beruntun dalam dua pekan terakhir.

Sementara di Indonesia, hingga saat ini harga BBM subsidi maupun nonsubsidi masih belum mengalami perubahan.

Baca Juga: Abdullah Rasyid Nilai Langkah Indonesia di BoP Lebih Efektif Bela Palestina

Salah satu pengguna Threads, Aldilo Vieriansyahela (@bodrexinn_), memuji kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga BBM sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman.

"Hebat ya Bahlil (Menteri ESDM), harga BBM enggak naik," ujarnya, dikutip pada Rabu, 25 Maret 2026.

Warganet lain, getirrr (@gett.irr7), juga memberikan apresiasi. Tak hanya harga BBM, pemerintah juga menjaga stabilitas harga pangan.

"Iya, patut diapresiasi bukan cuma Bahlil. Tapi pemerintahan bisa mengendalikan harga BBM dan bahan pangan yang biasanya setiap Ramadan maupun Idulfitri harga bahan pokok cenderung naik," katanya.

Baca Juga: Tidak Punya Biaya Berobat, Perantau Asal Sukabumi di Jambi Butuh Bantuan

Julia Fantoni (@julia_fantoni), menuturkan bahwa dirinya tengah berada di Tailan. Di sana, harga BBM telah bergejolak, berbeda dengan di Indonesia.

"Aku lagi di Tailan dan di sini harga bensin naik gila. Dan stok sudah mulai kosong kata guide-ku," ucapnya.

rroonnaay (@rroonnaay) turut menanggapi. Menurutnya, pemerintah memahami bahwa dalam situasi Lebaran seperti ini, kenaikan harga BBM bakal menimbulkan efek besar.

"Hal ini memang patut diapresiasi, artinya Bahlil atau pemerintah secara keseluruhan punya rasa empati yang besar," katanya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Terpantau

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

Rabu, 15 April 2026 | 20:48 WIB

Indonesia Jadi 'Cahaya' di Mata Investor Global

Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB
X