Baca Juga: Frugal Living, Menjelajahi Gaya Hidup Hemat yang Patut Ditiru
5. Keistimewaan Masjidil Aqsha bagi umat Islam
Dalam perjalanan Isra, masjid yang berada di Palestina itu menjadi tempat tujuan Nabi, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Ini merupakan indikasi betapa mulianya masjid tersebut.
Bahkan masjid ini pernah menjadi kiblat shalat sebelum akhirnya berganti Ka’bah. Pahala shalat Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsha) juga 500 kali lipat dibanding masjid biasa.
6. Islam merupakan agama suci
Ketika Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr saat Mi’raj di , Nabi lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril as berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah).
7. Pentingnya persoalan shalat
Malam Isra Miraj merupakan waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril sebagaimana syariat-syariat lainnya. Ini menunjukkan betapa shalat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.
8. Memantapkan Nabi Muhammad SAW
Sebelum Miraj, Rasulullah hanya mendengar info terkait surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu. Ini namanya ‘ilmul yaqin, Nabi mengimaninya tapi belum melihat langsung.
Ketika Miraj, Rasulullah SAW melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ‘ainul yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat.***
Artikel Terkait
10 Makna Puasa Ramadhan Bagi Umat Islam, Lengkap Dengan Penjelasannya, Yuk Simak!
Mengenal Jenis-jenis Zakat dalam Islam yang Harus Dipahami, dan Cara Membayarnya
Yuk Amalkan! Ini 7 Adab Menerima Tamu dalam Islam, Menjadi Tuan Rumah yang Baik
Mengenal Sejarah Kota Makkah Tempat Suci Bagi Umat Islam
Makna Spiritual Isra Miraj Rasulullah SAW, Perjalanan Ilahi yang Mengangkat Jiwa
Peroleh Berkah di Malam Isra Miraj 27 Rajab, Doa, Amalan, dan Renungan Spiritual Umat Islam