Terpantau.com - Isra Miraj, peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan keagungan dan kebesaran Allah, tetapi juga menyimpan hikmah-hikmah yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari bagi umat Islam.
Perjalanan Isra Miraj melibatkan banyak anugerah dan nikmat dari Allah SWT. Ini mengingatkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Isra Miraj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga sumber hikmah yang sangat berharga bagi umat Islam. Dari perjalanan ini, umat Islam dapat mengambil pelajaran tentang ketaatan, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai Islam lainnya yang dapat membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Segala sesuatu yang Allah kehendaki pasti menyimpan hikmah di baliknya. Apalagi sekelas peristiwa agung Isra Miraj.
Baca Juga: Ini Daftar Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama di Bulan Februari 2024
Momen yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab ini memiliki sejumlah hikmah. Berikut adalah delapan hikmah di balik peristiwa Isra Miraj.
1. Tingginya derajat kehambaan
Dalam surat Al-Isra ayat satu yang mengisahkan peristiwa Isra Miraj, kata yang digunakan untuk menyebut Nabi Muhammad saw adalah ‘abdun’ yang berarti hamba. Ini menunjukkan hamba yang benar-benar bertakwa kepada Allah mendapat derajat begitu luhur di sisi-Nya.
Penyebutan kata 'abdun' yang ditunjukkan untuk Nabi Muhammad SAW tidak hanya terdapat dalam surat ini saja, dalam surat lain seperti Al-Baqarah ayat 23 dan Al-Jin ayat 19 juga demikian.
2. Pembekalan dakwah yang tangguh
Sebelum peristiwa Isra Miraj, orang-orang yang Nabi cintai dan mendukung misi dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia, di sisi lain penindasan kaum Quraisy semakin hebat. Ujian bertubi-tubi yang Allah lakukan ini agar Nabi benar-benar tangguh dalam berdakwah.
3. Menyampaikan kebenaran meskipun pahit
Begitu pagi setelah malam Isra Miraj, Nabi mengabarkan apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Praktis, banyak orang yang tidak percaya dengan kabar ‘tidak masuk akal’ ini. Ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapat penolakan.
4. Syariat Nabi Muhammad menghapus syariat nabi-nabi terdahulu
Saat peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.