Terpantau.com Produsen sepeda motor listrik Gesits, Volta, dan Alva bersinergi dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk melakukan standarisasi baterai sepeda motor listrik.
Sinergi tersebut tertuang lewat penandatanganan nota kesepahaman pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai antara IBC, Gesits, Volta, dan Alva.
"Jadi yang kita lakukan adalah bagaimana kita melakukan standarisasi," ujar Direktur Utama IBC Toto Nugroho.
Baca Juga: Tren Kendaraan Listrik, Kolaborasi Mutlak Dibutuhkan untuk Ciptakan Industri dan Ekosistem Baterai
Ia menilai ekosistem kendaraan listrik roda dua akan sulit tumbuh apabila baterai, kabinet, hingga soket atau colokan di tiap-tiap sepeda motor listrik memiliki standar yang berbeda-beda.
Konsumen bisa mengalami kesulitan ketika ingin mengganti baterai apabila sistem ganti baterai (SGB) tiap-tiap sepeda motor listrik memiliki standarisasi yang tidak sama.
Oleh karenanya, dibutuhkan standarisasi baterai untuk sepeda motor listrik agar memberi kemudahan kepada konsumen, termasuk ketika ingin mengganti baterai (battery swap).
"Kalau semua colokannya beda ya sulit ya. Nah ini hal yang kita lakukan bersama, jadi ada standarisasi dari segi hardware-nya, tapi yang penting juga dari software-nya. Jadi yang nanti Mobile PLN bisa dipakai, MyPertamina masih dipakai, platform payment yang ada sekarang misalnya Linkaja atau Ovo bisa dipakai semua," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA), selaku manufaktur sepeda motor listrik Gesits, Bernardi Djumiril mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa ketiga produsen kendaraan listrik telah kompak untuk membuat standarisasi baterai yang sama.
"Kita bertiga di sini kompak untuk memberikan standarisasi baterai dari pengguna masing-masing, baik itu dari dimensi, connection, lemari, yang kalau misalnya kita lihat di titik-titik point of sales, kalau lemarinya dengan menggunakan dimensi yang berbeda-beda atau bagaimana, itu kelihatannya enggak enak juga," katanya.
Adapun Direktur Utama PT Energi Selalu Baru (Volta) Abraham Theofilus. Dia mengatakan dengan standarisasi baterai yang sama, konsumen akan lebih mudah saat ingin mengisi daya ataupun mengganti baterai sepeda motor listrik mereka.
"Nanti kalau semuanya masing-masing beda, kami punya sistem ganti baterai sendiri, Alva juga punya sendiri, kemudian dari Gesits juga punya sendiri. Ada baiknya kita sama-sama kolaborasi dengan mungkin satu standar yang sama, jadi konsumen juga tidak bingung," ujarnya.
Baca Juga: Subsidi Motor Listrik Butuh Lebih dari Rp1 Triliun, Apa Anggarannya Ada?
Artikel Terkait
Penasaran dengan Mobil Listrik? Yuk Ikut Test Drive Wuling Air EV di Ajang IIMS 2023
Subsidi Kendaraan Listrik Dikucurkan Mulai 20 Maret, Ini 5 Merek Mobil dan Motor Listrik yang Dapat S
Dukung Program Subsidi Kendaraan Listrik, PLN Bakal Bangun SPKLU dan Layanan Home Charging
Bisnis Waralaba SPKLU, Isi Daya Kendaraan Listrik Bakal Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat Indonesia