Pengamat: Impor Kendaraan Ancam Industri Nasional dan Kedaulatan Ekonomi

photo author
Redaksi Terpantau, Terpantau
- Senin, 23 Februari 2026 | 23:33 WIB
Pengamat Ekonomi, Dr. Noviardi Ferzi (Ist)
Pengamat Ekonomi, Dr. Noviardi Ferzi (Ist)

Ia juga menyoroti dampak berantai terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) komponen, karoseri, hingga distributor suku cadang.

Menurutnya, kehilangan pesanan dalam skala besar dapat berujung pada gelombang pemutusan hubungan kerja di sepanjang rantai pasok otomotif.

Baca Juga: Guru Besar Trisakti Minta Publik Baca Kesepakatan Tarif RI–AS Secara Utuh

“Setiap satu unit kendaraan yang diproduksi di dalam negeri menggerakkan rantai nilai yang panjang, dari baja, komponen, logistik, hingga jasa pembiayaan. Ketika kita impor utuh, nilai tambah itu pindah ke luar negeri,” katanya.

Selain dampak makro ekonomi, Noviardi juga menyoroti risiko operasional jangka panjang di tingkat desa. Kendaraan CBU dari India belum tentu memiliki jaringan purnajual dan ketersediaan suku cadang yang merata hingga pelosok.

“Jangan sampai niatnya memperkuat koperasi desa, tapi dalam lima tahun kendaraan mangkrak karena suku cadang sulit dan biaya perawatan tinggi. Total cost of ownership harus dihitung secara realistis,” imbuhnya.

Baca Juga: Wanita Ini Bangga Punya Paspor Indonesia Meski Sudah 21 Tahun di Jepang

Ia mendorong pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk mengevaluasi ulang kebijakan tersebut secara komprehensif.

“Dalam situasi global yang penuh tekanan, kebijakan ekonomi harus memperkuat fondasi manufaktur nasional. Kalau tidak hati-hati, ini bisa menjadi preseden yang melemahkan kedaulatan industri kita sendiri,” tutupnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Terpantau

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

Rabu, 15 April 2026 | 20:48 WIB

Indonesia Jadi 'Cahaya' di Mata Investor Global

Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB
X