“Kita memahami bahwa kita harus melakukan preservasi, memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Kami sudah menyiapkan tim Disaster Relief Unit yang tugasnya bergerak cepat menambal jalan yang berlubang agar tidak menghambat perjalanan,” kata AHY.
Pemerintah juga menargetkan seluruh perbaikan jalan di jalur mudik dapat diselesaikan sebelum puncak perjalanan masyarakat dimulai atau H-10 lebaran.
Baca Juga: Stok Pangan dan Energi RI 'Kokoh' di Tengah Konflik Global
Selain kondisi jalan, pemerintah juga memetakan berbagai titik rawan bencana yang berpotensi mengganggu arus mudik.
"Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik yang berpotensi terdampak banjir rob di sejumlah ruas jalan nasional," tegas AHY.
Di sisi lain, sistem pemantauan lalu lintas juga diperkuat. Pemerintah memanfaatkan akses terhadap lebih dari 1.270 kamera pengawas atau CCTV yang tersebar di berbagai ruas tol untuk memantau kondisi arus kendaraan secara real time.
Artikel Terkait
Kasad Launching 11 Jembatan Gantung di Aceh
Dodi Sularso Dorong D'Raja Law Firm Jadi Kantor Hukum Berkelas Internasional
Pengamat: 10 Juta Kelas Menengah RI Hilang Sejak 2019
Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi
Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026
Stok Pangan dan Energi RI 'Kokoh' di Tengah Konflik Global
Kemlu: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran
Rangkuman Dugaan Pelanggaran Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi
Viral Abu Janda Kena Skakmat Feri Amsari saat Debat